Thursday, January 31, 2013

Resensi Novel : 99 Cahaya di Langit Eropa

...............................................................................................................................
Ketika Fatma, Hanum dan Ayse sedang menghangatkan badan di sebuah cafe, mereka mendengar sekelompok turis yang fasih berbahasa inggris sedang bercakap-cakap.


"if you want to ridicule Muslims, this is how to do it!"

Aku mengintip turis itu memakan croissant dengan gaya rakus yang dibuat-buat dari balik tembok. Tak berhenti di sana, turis laki-laki itu meneruskan kalimatnya. Kali ini dia lebih berani berbicara keras. "Croissant itu bukan dari Prancis, guys, tapi dari Austria. Roti untuk merayakan kekalahan Turki di Wina. Kalau bendera Turki itu berbentuk hati, pasti roti croissant sekarang berbentuk 'love' bukan bulan sabit, dan tentu namanya bukan croissant, tetapi l'amour."

"Kurasa tamu di balik tembok ini sedang menjelek-jelekkan Islam. Mereka menyebut croissant melambangkan bendera Turki yang bisa dimakan. Kalau makan croissant artinya memakan Islam! Pokoknya menyebalkan!"


Sejenak Fatma terdiam mendengar bisikanku. Dia mengerutkan alisnya.
 "Aku punya rencana, Hanum!"


Kemudian Fatma meminta Hanum agar menghitung berapa jumlah dari kelompok turis itu, dan apa yang mereka makan. Setelah mengintip dengan berpura-pura pergi ke WC, Hanum mendapatkan hasilnya, jumlah mereka ada 3 orang, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka makan croissant dan 3 bir.

Fatma lalu memanggil pelayan perempuan, 
"Aku membayar untuk semua. Termasuk untuk meja di belakang kami, aku yakin tagihan mereka tak lebih dari 15 Euro. Kalau sisa, itu untuk tipmu. Kalau kurang, suruh mereka bayar kekurangannya saja. Oh ya, berikan pesan ini untuk mereka kalau kami sudah pergi," ujar Fatma sambil menyerahkan kertas.

3 tahun kemudian, ketika akhirnya Fatma bertemu kembali dengan Hanum, dia mengangsurkan sebuah print out email kucel. Email dalam bahasa Inggris.


Hi Fatma, nice to know you. Thanks for the treat in Kahlenberg cafe. We're really looking forward to treat you back someday. Hope to see you soon. It took me quite sometime to send out this email to you because I had no idea how to express my regret. Are you a Muslim? Thank God, I think we could be penfriends and I'll tell the world that my best penfriend is a Muslim?

Write me back.
Paul.

PS: I do hate croissants anyway, because... I love kebab most!

Hanum pun kembali teringat kalimat sakti Fatma, "Menjadi agen Islam yang baik". Terdengar sangat mulia.

========================================================================

Itulah sedikit penggalan cerita dari novel yang baru 2 hari yang lalu selesai saya baca. Novel berjudul "99 Cahaya di Langit Eropa" karya Hanum Salsabiela Rais dan suaminya Rangga Almahendra ini, tidak hanya menceritakan tentang perjalanan spiritual Hanum di Eropa, tetapi juga adalah novel sejarah Islam di Eropa, dengan gaya bertutur yang ringan karya ini membawa kita ke dalam lingkungan yang hidup dan riil. 

Novel ini merupakan hasil perjalanan mereka berdua selama 3 tahun hidup di Eropa. Perjalanan menjelajah benua ini adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua tersebut. Vienna, Paris, Madrid, Cordoba, Granada, dan Istanbul masuk ke dalam deretan destinasi perjalanan Hanum selama menjelajah Eropa.

Novel ini berhasil memaparkan bagaimana peradaban Islam di Eropa berkembang dengan sangat lama dan menyentuh berbagai bidang.

Perjalanan itu telah membuat Hanum terbuka matanya bahwa Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Dan juga telah mengantarkan sang penulis kepada pencarian makna dan tujuan hidup.



Judul Novel  : 99 Cahaya di Langit Eropa
Penulis         : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama
Harga           : 75.000,-


So, ayo buruan beli novel ini segera, baca sampai habis, dan rasakan sensasinya. Hehehe...

99 comments:

  1. seru juga mbak ceritanya..tapi sekarang sy ga pernah baca baca novel lagi, banyak buku buku di rumah ga kebaca...apalagi tuk cr buku novel..thanks dah berbagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh enak tuh mbak di rumah banyak buku, klo saya pasti udah tak lahap habis :D

      Delete
  2. blom bs baca nih kayae....*msh ada wajib baca (tugas dr ibu KS)....hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ibu guru bacaannya buku pelajaran aja ya, hihihi :P

      Delete
    2. diselingi baca stensilan rapopo diselipin dibuku pelajaran kan tak terlihat.

      Delete
    3. stensilannya pinjemin atuh a' ke mbak cii :P

      Delete
    4. ini mbahas novel kok larinya ke LKS.....:D

      Delete
    5. untung aja lari bang. coba kalau merangkak, kan malu dilihat orang..wuakakaka

      *emang balita

      Delete
  3. Replies
    1. aihhh,, udah dongg,,, makanya bisa bikin reviewnya :P

      Delete
    2. kirain minjem punya mas zac,,,,:D

      Delete
    3. huuh minta, minta ama bojo :P :P

      Delete
  4. huuuuua ............ to be continue

    ReplyDelete
    Replies
    1. apasih kamu, emangnya sinetron to be continued :P

      Delete
  5. Replies
    1. ayo buruan dibaca sampai selesaiii,,, bagus tauk! :D

      Delete
  6. waduhh baru buka blog ini, pas ngantuk. sesuk lah macane. yang pasti tokoh di atas itu nggak ada saya kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. panggil nduk dulu baru tak edit postingannya, tak masukin tokoh kamu mas :P

      Delete
    2. bener tuh...pak dhe biasanya harus panggil nduk sama ponakannya...hehe

      Delete
    3. mas zac...macane nang kandang koh...:P

      Delete
    4. sesama penghuni bonbin dilarang saling mengejek

      Delete
  7. hwaaa hwaa hwaa ini kisah nyata?
    bagus nyaaaa
    (jd pengen!!!)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya om kisah nyata yang dialami Hanum Rais ketika mengikuti sang suami sekolah disana, beli dong novelnya, dijamin makin cinta sama Islam ;) *promosi*

      Delete
  8. kutipan ceritanya asyik. kebab rupanya yang jadi isu (bukan) sentralnya. asli saya tertarik untuk membuka novel ini. meski ada kaitan dengan negera yang nggak begitu saya suka, Turki.

    paling enak baca novel ini kalo buat perjalanan jauh. kalo di rumah nggak sempet. lebih banyak gitarannya. belum lagi anak-anak yang suka iseng ngajakin nggambar. belum lagi godaan istri ngajakin ke pasar.

    nduk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasar tradisional apa pasar malem lik..?

      Delete
    2. @mas Zach : hahaha, kebab jadi isu sentral klo kamu yang baca mas :P ga suka sama Turki?? wah, aku malah pengen bener ke Turki. Aku aja bacanya klo malem Fiqa udah bobo, trus lanjut pas longgar di kantor :D

      @mas Raw : pasar kembang mungkin :D

      Delete
    3. halahh, sarkem tekan kene. emohh.

      Delete
    4. Wah ada yang jadi member VIP SARKEM Ya. Hiehiehiee dimana mana selau ada "gituan" ya. Kalau di Pontianak ada MALVINAS atau orang Pontianak bilang "simpang nyaman". Lokalisasi di Pontianak itu kini sudah hangus dibakar masa.

      Delete
    5. lho kok sampenya lokalisasi sih? aduh, minggir aja lah, masih di bawah umur nih, hihihi

      Delete
    6. aw..aw...ngomong malvinas, jadi inget di cibitung jaman 80an ada Malvinas, kang asep ge apal-nya' kang?

      pindah kesonoh rupanya...hehe
      bagus udah rata dengan tanah

      Delete
    7. aa' cilembu tau juga toh? #facepalm

      Delete
    8. jadi nget kali jodo....huahahaha
      mas zac dan kang hadi pasti tau....mereka kan tukang sesnsus :D

      Delete
    9. sekarang jadi satpol PP..wuakakaka

      Delete
    10. duh bapak-bapak ini bahasannya "kelas tinggi" -__-

      Delete
  9. ini review atau suruh ngajak beli? hehe...tapi bagus mbak? semoga saja saya dapat membelinya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. direview kan biar pada minat beli, bagus kok, insyaAllah bisa nambah kecintaan kita terhadap Islam :)

      Delete
  10. angkat tangan aja deh kalo novel
    suer, bu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo di hutan emang lebih enak baca stensilan kali mas :))

      Delete
    2. kang rawins masih nyimpen enni erow...pasti

      Delete
    3. aduh, kolektor stensilan tau banget deh

      Delete
    4. lho bukannya mas-mas ini yang ngasih tau aku? :P

      Delete
  11. kok gk tiga puluh nekalian ciiii....ayoooo di tambah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. apanya yang tiga puluhan pak ustadz??? :D

      Delete
  12. kunjungan perdana..suksess selalu ya mbaak ^_^ d tunggu kunjungan dan komentar baliknya...salam persahabatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayak rilis film aja perdana.

      sekalian calbek

      Delete
    2. apa itu calbek masbli? :D aku taunya kartu perdana x_x

      Delete
  13. novelnya pengalaman pribadi yang buat cerita yah :D

    ReplyDelete
  14. baca novel sekarang ini rasanya ngga mungkin banget, wong kebanyakan ng'blog jeh.
    baca reviewnya azh nggapapa kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggapapa kang....aku juga gitu
      #hikz.......tutpan panci

      Delete
    2. bacanya yang keras temenya biar denger kang..hehehe

      Delete
    3. ga boleh! harus beli dan baca novelnya sampe khatam! *maksa* :D

      maklum ya klo udah berumur emang rada kesulitan baca novel, wkwk,,

      masbli, ini nyuruh baca novel, bukan baca teks Pancasila jadi ga perlu keras-keras!! :P

      Delete
  15. baca novel udah ngga mungkin deh ih...cukup reviewnya azh gapapakan?
    "Menjadi agen islam yang baik"...aw..aw..sesuatu banget y

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo pake kacamata item gitu ya emang ga mungkin baca novel a', burem tulisannya :D

      aw..aw... juga ahh... :P

      Delete
    2. coba pakai kacamata renang, pasti Oke...

      aw..aw..aw.. juga ihh.. :P

      Delete
    3. kacamata renang kan mahal, mendingan kacamata cengdem beli di stasiun kota, wkwk

      Delete
  16. nyimak aja, postinganya bagus, minta kunjunganbaliknya yah sob

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan cuma nyimak, tapi beli novelnya, ok ;)

      thanks!

      Delete
  17. buku ini, banyak yang bilang bagus sih, terutama kaum perempuan, tp bukan type saya baca novel dengan genre ini, soalnya lebih suka sastra jurnalistik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang bagus kok, tapi ya ga trus novel ini hanya cocok untuk kaum perempuan dong, saya justru dapet info tentang novel ini dari teman, cowok! hayoo :P

      tapi ya tergantung selera sih ya, klo saya pribadi suka baca apa aja :D

      Delete
  18. reviewnya sudah saya baca,laporan selesai.

    terus kapan mau dikirim novelnya ke sayah....:D
    #ngarep dot kom

    ReplyDelete
    Replies
    1. laporan diterima. tolong kasih alamat lengkapnya.
      jangan lupa langsung tranfer uangnya ke rekening ya..xixixixi

      Delete
    2. @mas Reo : bagoss!! tak kirim langsung aja deh ke Malaysia, kirim tiket aja ya! wkwk

      @masbli : nah ini juga boleh, duit tiketnya ditransfer ke rekening trus novelnya tak beliin sekardus :D

      Delete
  19. Mantepp nih bukunya, terutama utk wisata religi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mantebbb..!!! (pake 'b')

      sok atuh beli novelnya :D

      Delete
  20. jujur saiia gag terbiasa baca novel nii ;(
    gpp kan iia .. :( dari dulu emang gtu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya baca primbon sama buku tafsir mimpi ya..:P

      Delete
    2. hahaha, masbli malah ngomongin diri sendiri,, hari gini masih nyimpen primbon n tafsir mimpi??? x_x

      Delete
  21. novel Kiu kiu..xixixixi. jahu amat ya sampai ke eropa cahayanya.

    saya cuma tau cahaya langit mendung kota denpasar..:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aihh taunya cuma Denpasar doang, ga gaul ahh :P

      Delete
  22. kayaknya seru ya.. baca review singkatmu jadi pengen beli deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang seru kok, ayo ayo buruan beli novelnya,, dijamin suka! insya Allah bermanfaat banget :)

      Delete
  23. SAYA SUDAH BACA NOVEL INI , DAN INI KEREN :))

    ReplyDelete
  24. Oh, inikah resensi buku yang menulis tentang perkembangan peradaban Islam di Eropa.

    Sepertinya bagus juga sinopsisnya, jadi pengen baca..

    ReplyDelete
    Replies
    1. BETULLL!! ayo ayo dibeli novelnya, insya Allah bermanfaat :)

      Delete
    2. Kira2 di toko buku masih ada gak ya??
      Moga masih aja deh..

      and hati2 mbak di bawah nih komen spam, hapusin aja.. aku pernah kena juga soalnya..

      Delete
    3. masih ada banget dong, sok atuh beli, insya Allah bermanfaat :)

      iya aku juga kena banyak banget, yang ini kebetulan aja belum sempet hapus2in,, thanks ya ;)

      Delete
  25. Kalo mau nonton film gratis gan
    http://www.nontonfilm.tv/2014/07/99-cahaya-di-langit-eropa-part-2-2014.html

    ReplyDelete
  26. Hai ikutan review buku Bulan Terbelah di Langit Amerika yuk karangan Hanum Rais Rangga Almahendra. Ini link nya: https://www.facebook.com/notes/gramedia-pustaka-utama/review-bulan-terbelah-di-langit-amerika/10153164276006982 hadiahnya ada merchandise lgs dari Amerika looh… Buruaan ya ikutan untuk tahap kedua sampai 1 oktober2014 nanti. Oya jgn lupa nonton 99 Cahaya di Langit Eropa the Final Edition tgl 30 Oktober 2014 yaaa!! ajak kawan kawan menggapai keajaibanNya!

    ReplyDelete