Thursday, January 31, 2013

Resensi Novel : 99 Cahaya di Langit Eropa

...............................................................................................................................
Ketika Fatma, Hanum dan Ayse sedang menghangatkan badan di sebuah cafe, mereka mendengar sekelompok turis yang fasih berbahasa inggris sedang bercakap-cakap.


"if you want to ridicule Muslims, this is how to do it!"

Aku mengintip turis itu memakan croissant dengan gaya rakus yang dibuat-buat dari balik tembok. Tak berhenti di sana, turis laki-laki itu meneruskan kalimatnya. Kali ini dia lebih berani berbicara keras. "Croissant itu bukan dari Prancis, guys, tapi dari Austria. Roti untuk merayakan kekalahan Turki di Wina. Kalau bendera Turki itu berbentuk hati, pasti roti croissant sekarang berbentuk 'love' bukan bulan sabit, dan tentu namanya bukan croissant, tetapi l'amour."

"Kurasa tamu di balik tembok ini sedang menjelek-jelekkan Islam. Mereka menyebut croissant melambangkan bendera Turki yang bisa dimakan. Kalau makan croissant artinya memakan Islam! Pokoknya menyebalkan!"


Sejenak Fatma terdiam mendengar bisikanku. Dia mengerutkan alisnya.
 "Aku punya rencana, Hanum!"


Kemudian Fatma meminta Hanum agar menghitung berapa jumlah dari kelompok turis itu, dan apa yang mereka makan. Setelah mengintip dengan berpura-pura pergi ke WC, Hanum mendapatkan hasilnya, jumlah mereka ada 3 orang, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka makan croissant dan 3 bir.

Fatma lalu memanggil pelayan perempuan, 
"Aku membayar untuk semua. Termasuk untuk meja di belakang kami, aku yakin tagihan mereka tak lebih dari 15 Euro. Kalau sisa, itu untuk tipmu. Kalau kurang, suruh mereka bayar kekurangannya saja. Oh ya, berikan pesan ini untuk mereka kalau kami sudah pergi," ujar Fatma sambil menyerahkan kertas.

3 tahun kemudian, ketika akhirnya Fatma bertemu kembali dengan Hanum, dia mengangsurkan sebuah print out email kucel. Email dalam bahasa Inggris.


Hi Fatma, nice to know you. Thanks for the treat in Kahlenberg cafe. We're really looking forward to treat you back someday. Hope to see you soon. It took me quite sometime to send out this email to you because I had no idea how to express my regret. Are you a Muslim? Thank God, I think we could be penfriends and I'll tell the world that my best penfriend is a Muslim?

Write me back.
Paul.

PS: I do hate croissants anyway, because... I love kebab most!

Hanum pun kembali teringat kalimat sakti Fatma, "Menjadi agen Islam yang baik". Terdengar sangat mulia.

========================================================================

Itulah sedikit penggalan cerita dari novel yang baru 2 hari yang lalu selesai saya baca. Novel berjudul "99 Cahaya di Langit Eropa" karya Hanum Salsabiela Rais dan suaminya Rangga Almahendra ini, tidak hanya menceritakan tentang perjalanan spiritual Hanum di Eropa, tetapi juga adalah novel sejarah Islam di Eropa, dengan gaya bertutur yang ringan karya ini membawa kita ke dalam lingkungan yang hidup dan riil. 

Novel ini merupakan hasil perjalanan mereka berdua selama 3 tahun hidup di Eropa. Perjalanan menjelajah benua ini adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua tersebut. Vienna, Paris, Madrid, Cordoba, Granada, dan Istanbul masuk ke dalam deretan destinasi perjalanan Hanum selama menjelajah Eropa.

Novel ini berhasil memaparkan bagaimana peradaban Islam di Eropa berkembang dengan sangat lama dan menyentuh berbagai bidang.

Perjalanan itu telah membuat Hanum terbuka matanya bahwa Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Dan juga telah mengantarkan sang penulis kepada pencarian makna dan tujuan hidup.



Judul Novel  : 99 Cahaya di Langit Eropa
Penulis         : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama
Harga           : 75.000,-


So, ayo buruan beli novel ini segera, baca sampai habis, dan rasakan sensasinya. Hehehe...

Wednesday, January 30, 2013

Kebagian Award juga

Yak yak,, akhirnya setelah melihat peredaran award ini yang udah wara wiri di dunia per-blogging-an, saya pun ikutan dapet juga. Dia lah Dee Widiani sang pemberi award yang memberikan award ini buat saya di postingannya INI.
Terima kasih banyak ya... *hug*



Horee... Selamat ya selamaaatt... (ngucapin ke diri sendiri). Katanya sih ini semacam award berantai yang harus di-forward ke 10 blogger lainnya. Tapi sebelumnya saya harus menjawab 10 pertanyaan sebagai berikut : 
  • Warna favorit saya : GREEN  
  • Hewan favorit saya : LEBAH (asal jangan sampe kena sengatnya aja) :D
  • Nomor favorit saya : 7 (tujuh) → itulah kenapa nama blog saya tujuh-bunga #gapenting 
  • Minuman favorit saya : AIR PUTIH dan SUSU 
  • Facebook dan Twitter : GA PUNYA DUA²NYA
  • Passion : ke Mekkah dan Madinah, Cordoba dan Granada, Hagia Sophia dan Blue Mosque (Turkey)
  • Dikasih atau ngasih hadiah : NGASIH supaya nantinya DIKASIH #ngarep #ben
  • Aktifitas tubuh favorit : Monyongin bibir (mecucu.com)
  • Hari favorit dalam seminggu : JUMAT, itulah kenapa ada istilah TGIF! :P
  • Bunga favorit : TULIP (karena asalnya dari TURKEY)
  •  
    Untuk menjaga keberlangsungan rantai makanan (apalah) award ini, maka akan saya teruskan award ini ke 10 sahabat blogger sebagai berikut :
    1. EYSurbakti
    2. Leni Fitria 
    3. Miz Tia 
    4. Si Ruslan 
    5. Khaerul Al-Azmi 
    6. Mbak Diniehz 
    7. Mas Zach  
    8. Masbli Kstiawan 
    9. Mas Reo Adam 
    10. Mas Asep Haryono 
    Cukup sekian dan terima kasih! Bye! 
     

Friday, January 25, 2013

Steak Lover

Ada yang suka steak juga kah? Saya salah satunya. Selain suka spageti, saya suka banget sama makanan yang satu ini. Beberapa kali nyicip di beberapa tempat yang berbeda, tapi baru dapet 1 tempat makan yang steaknya Juara! That is Steak Hotel by Holycow. Bisa liat website-nya disini. Saya sih suka banget sama Wagyu Sirloin disitu. Harganya 99rb. Dagingnya empuk plus ada pilihan saosnya juga lho, yaitu barbeque, blackpepper, dan mushroom. Katanya sih saos mushroom yang rasanya paling juara, tapi saya pribadi suka yang blackpepper. Setiap menu steak sudah mendapatkan 1 side dish (pilihan antara french fries, mashed potato atau baked potato) dan sayuran sebagai pelengkapnya. Nah klo untuk yang ini, saya selalu pilih mashed potato! Yummy :D

Mereka menamai lokasi outletnya dengan TKP, singkatan dari Tempat Karnivora Pesta. Jadi ada #TKPRadal, #TKPKemang, dan katanya sih bulan Desember kemaren akan ada TKP baru di daerah Sabang. Di Steak Hotel by Holycow ini banyak gratisan lho. Klo misal kita follow twitternya kita bisa dapet 1 kotak jus ukuran 250ml (klo persediaan masih ada). Selain itu kalo kamu mention twitter mereka (@holycow_radal) pas lagi makan di situ, kamu bisa dapet desserts gratis lho. Saya pribadi sih belum pernah coba. Karena baru tau juga sih. Hihihi...

Untuk minuman saya jatuh cinta sama blackcurrent tea-nya. Asem² seger gimana gitu. Dengan harga 15rb kita bisa dapet refillnya. Murah kan? :D 

Sekarang ini lagi ngiler bener pengen makan kesitu, tapi gila aja akhir bulan gini. *mewek*. Gajian kapan ya?? *ngintip kalender* 

Wagyu Sirloin with barbeque sauce n mashed potato

Wednesday, January 23, 2013

Oh Tetanggaku...


Alkisah, hiduplah sepasang suami istri muda bersama dengan seorang anak perempuan mereka yang masih balita di salah satu komplek perumahan kecil. Mereka hidup sederhana. Karena memang mereka berasal dari keluarga sederhana. Sebelum bisa membeli rumah di komplek tersebut, sepasang suami istri itu sempat mencicipi tinggal di rumah kos yang hanya sepetak. Pernah juga kontrak rumah. Lalu kemudian ada rejeki lebih dan mereka mampu membeli rumah sederhana di komplek. 

Sebelum akhirnya mereka menempati rumah baru itu, mereka sudah terlebih dahulu mempersiapkan rumah dengan sebaik²nya. Seperti memasang teralis dan juga kanopi. Agar nanti setelah menempati, tidak perlu repot lagi. Jadi lah mereka menabung sedikit demi sedikit sampai akhirnya mereka bisa memasang teralis n kanopi dengan sempurna. Alhamdulillah.

Pada suatu hari, tetangga rumah mereka yang tinggal di sebelah kanan berniat memasang kanopi. Ga ada berita apa², mereka hanya bisa melihat beberapa tukang yang berseliweran di depan rumah. Sampai pada akhirnya proses pemasangan kanopi selesai, barulah sang istri melihat ada keanehan. Sang istri melihat klo si tetangga memasang kanopinya dengan posisi lebih tinggi dari kanopi mereka. Dan selisih ketinggiannya disambungin sedemikian rupa sehingga air hujan yang jatuh ke kanopi si tetangga akan otomatis jatuh ke kanopi mereka.

Betapa sedih hati sang istri. Kemudian dia pun menceritakan hal itu ke suami. Tapi mereka tidak berbuat apa². Mungkin lebih tepatnya, tidak mau berbuat apa². Tapi tetap tidak bisa dipungkiri bahwa hati mereka sakit. Sedih. Kenapa mereka melakukan hal itu. Bukankah itu tidak benar? 

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan pun berganti tahun. Musim hujan tiba. Hujan deras dan disertai angin yang kencang. Akhir tahun yang seperti biasa disambut keluarga kecil itu dengan beberes rumah. Ngecat rumah. Tiba² terdengar suara berisik, kenceng, seperti ada benda yang terjatuh. Sang istri kaget. Dia pun segera berlari keluar, melihat situasi, dia mengira klo adiknya yang lagi ngecat di teras terjatuh dari tangga. Tapi ternyata apa? Dia melihat kanopi si tetangga itu terlepas. Mungkin terlepas dari besi penyangga nya, sampai menimbulkan bunyi berisik yang kenceng. Saat itu sang istri teringat, betapa dia sakit hati saat kanopi si tetangga terpasang. Sakit hati yang mungkin udah dia lupakan.

(cerita fiksi)


--Karma never forgets to do its job--

Tuesday, January 22, 2013

Fiqa-ku

Anak saya yang bernama Faliqa tapi biasa kami panggil Fiqa punya hobi yang sama kayak emaknya, yaitu nonton bioskop. Sebenernya emaknya sih yang nularin nih hobi, selain hobi baca dan nongkrong berlama² di Gramedia :D

Pada suatu malam sepulang dari kantor, mendadak saya pengen banget nonton film Hotel Transylvania, film animasi komedi yang ada unsur horornya. Kebetulan Fiqa juga udah pernah liat iklannya di channel tv favoritnya, Cartoon Network dan bilang pengen nonton tuh film. Jadi pas, emak dan anak udah sama² tertarik pengen nonton. Jadilah sesampainya saya dan suami di rumah, kami langsung siap² meluncur ke mall terdekat, Bintaro Plasa (Binplas).

Akhirnya saya boyong keluarga ke Binplas buat nonton tuh film. Saya, suami, Fiqa, Mami, Papi, dan adek saya, Restu. Begitu sampai di Binplas, kami dapet tiket dengan jadwal terakhir, yaitu sekitar jam 19.30an. Agak kepikiran sih sebenernya, gimana Fiqa ya, besok kan dia harus bangun pagi untuk sekolah. Tapi dia udah made a promise klo besok ga bakal bangun telat. Hehehe... Good girl! 

Suasana bioskop ternyata sepi, mungkin karena weekday kali ya. But its okay, malah enak bisa menikmati film dengan tenang. Begitu ada panggilan studio tempat film yang akan kami tonton udah dibuka, kami bergegas masuk. Yak, benar saja, ternyata baru kami sekeluarga yang ada di dalam studio. Atau jangan² memang cuma kami yang nonton ya? Hihihi...

Kebiasaan kami klo nonton bioskop adalah selalu ngemil popcorn. Nah, karena saat itu udah malem dan ragu klo Fiqa tetep mau gosok gigi sebelum tidur, akhirnya saya bisikin ke telinga dia,

Bunda : "Sayang, gausah beli popcorn aja ya, kan ntar giginya ada kuman lagi." (emak² pelit) 
Fiqa : "Ok bunda!" (jawab dengan semangat trus lanjut bisikin ke telinga mami n Restu)

Kami semua pun menahan untuk ga ngemil biar Fiqa ga ikutan pengen ngemil. Sampai tibalah saatnya si mas penjual popcorn keliling itu muncul dan nawarin jualannya. Aaarrgghhh..!! Eh tapi ternyata Fiqa ga tergoda, dengan santai dia jawab : "Aku ga beli popcorn, ntar giginya ada kuman lagi". Aiiihhh,,, good girl bener nih anak! *peluk*

Film pun dimulai, cuma ada kami sekeluarga yang nonton. Plus 2 orang petugas bioskop yang ikutan nonton di dekat pintu masuk. Berdiri. Dan tambah 1 lagi si mas penjual popcorn tadi. Berdiri di tangga sambil nonton film. Laahh ngapain dia ikutan berdiri disitu??? Berdiri dengan menggendong sekotak jualannya yang berisi popcorn dan minuman yang masih utuh karena ga laku. 

Posisi tempat duduk kami yang kebetulan di deretan bangku paling belakang jadi bisa melihat jelas petugas yang ikutan nonton plus si mas penjual popcorn. Posisi kami sejajar. Fiqa terlihat bolak balik menoleh, bentar² noleh ke mereka, bentar² balik nonton film. Sambil sibuk nglepas kacamata 3D yang dia pake. Saya pun tergoda untuk bertanya,

Bunda : "Hey, kenapa kok sibuk terus?"
Fiqa : "Bun, mas yang jualan popcorn itu kasian ga ada yang beli"
Bunda : "iya sih, tapi kan gapapa bisa dijual besok lagi nak"
Fiqa : "Tapi aku kasian ahh, aku mau beli aja" (langsung lepas kacamata 3D trus ngacir deketin si mas penjual popcorn)
Bunda : *melongo*

Ga berapa lama, Fiqa balik ke kursi sambil bawa sekotak popcorn, si mas penjualnya ngikutin di belakang. Ya iyalah ngikutin, wong Fiqa maen ngacir aja, ga bawa uang. Hihihi... Jadilah akhirnya kami beli beberapa popcorn n minuman dari si mas itu. Good job! Ga perlu merayu, cuma nyender di tangga dengan muka memelas aja akhirnya berhasil jual beberapa kotak popcorn. Hahaha...

Kejadian yang hampir sama terjadi lagi semalam. Ketika saya, suami, dan Fiqa membeli soto ayam di warung yang bersebelahan dengan salon. Saat kami menunggu pesenan soto, kami pun bercanda di depan salon yang sepi. Hanya terlihat seorang mbak² penjaga yang duduk bengong di dalam salon. 

Fiqa : "Bun, kenapa sih tempat potong rambut itu sepi? kok ga ada yang mau kesitu?"
Bunda : "Ya kan udah malem, orangnya udah pada mau tidur"
Fiqa : "Tapi aku kasian liat mbaknya, ayo Bunda kesitu, potong rambut" (sambil narik² tangan saya)
Bunda : "Lho, Bunda ga mau potong rambut kok, masak harus kesitu"
Fiqa : "Ayo bun, ayooo..." (makin kenceng narik tanganku)

Huwaaaa.... nih anak kasian ama orangnya ga kira², masak saya harus ujug² potong rambut demi mbak capster yang bengong kesepian karena ga ada pelanggan?! Untung pesenan sotonya selesai tepat waktu, jadilah langsung saya ajak pulang Fiqa wlopun di motor tetep aja maksa saya buat potong rambut. My very good girl! :D

Fiqa ♥♥♥


Monday, January 21, 2013

Paket Ijo

Hari Jumat kemaren saya mendapatkan kejutan yang ga terpikir sebelumnya. Ketika itu saya sedang sibuk di loket melayani beberapa customer yang lumayan bejubel (sok sibuk) dan begitu saya back at my desk di ruangan belakang, saya kaget karena mendapati sekotak paket berwarna ijo (duh, saya banget nih!). Saya baca alamat pengirim dan ternyata berasal dari Pontianak. Wow! Namun karena masih sibuk dan ga sempet buka tuh paket, saya pun hanya bisa memandangi si kotak ijo dengan perasaan berbunga² sekaligus penasaran. Halah

Paket Ijo :D

Saking penasarannya, di sela² kesibukan melayani customer, saya kemudian konfirmasi dengan mengirim pesan melalui whatsapp kepada teman saya yang ada di Pontianak, dia adalah KD, seorang teman yang pernah saya ceritakan di postingan ini. Dan ternyata memang benar, dia lah sang pengirim paket misterius itu. Hihihi... Asik... *dancing*

Setelah beberapa saat menghabiskan antrian customer di loket, saya pun segera kembali ke ruang belakang karena buru² pengen buka paket misterius itu. Dengan bermodal cutter tajam setajam silet (lah kok downgrade!), saya membuka paket itu dengan perlahan. Dan....jreng jreeeengg... saya mendapati beberapa bungkus cemilan yang saya pengen sejak minggu kemaren. Ada stik talas, keripik talas dan juga coklat aloevera. Aaarrrggghhh... itu kan cemilan yang saya ceritain ke KD awal minggu kemaren! 

Cemilan Khas Pontianak
Jadi ceritanya begini, awal minggu kemaren, pas kebetulan saya lagi puasa, entah kenapa kok rasanya pengen bener ngemil keripik talas rasa balado yang pernah saya beli sewaktu pergi ke Pontianak akhir tahun lalu. Kebayang terus sama tuh makanan. Nah, pas lagi chating sama KD, saya iseng nanya, kapan balik Jakarta?. Dia jawab, minggu depan. Selayaknya iseng² berhadiah, saya bilang aja ntar klo pulang bawain oleh² keripik talas n coklat aloevera. Dia jawab insya Allah. Setelah itu saya ga berpikir klo KD bakal beneran pulang bawain saya oleh² wlopun rumahnya deket dengan kantor saya. Biasalah, cowok kan males klo suruh nenteng² barang gitu. Dan KD ini salah satunya :P

2 coklat terakhir
Tapi ternyata iseng² yang saya lakuin bener² berhadiah. Tanpa diduga, 2hari setelah perbincangan tentang oleh² itu, seonggok paket berwarna ijo dan berisi semua cemilan yang saya pengen udah nongkrong manis di meja kerja saya. Cihuyyy...!!!

Buat KD, terima kasih banyak kirimannya, hmm..hmm... mau juga dong klapertartnya... Hihihi... :P (berharap dapet kiriman paket klapertart sekulkas) :D

*kiss *bighug
 

Thursday, January 17, 2013

100 Blogger Nobar IMB (Part II)

Sabtu pagi 12 Januari 2013, saya bangun dengan begitu bersemangat. You know why??  Apa lagi klo bukan karena email invitation dari TRANS TV untuk acara 100 Blogger Nobar IMB. Pasti pada tau kan apa itu IMB? Indonesia Mencari Bakat / IMB adalah talent show / ajang pencarian bakat yang diadakan oleh TRANS TV . Bedanya dengan talent show yang lain apa?? Seperti nama acaranya, Indonesia Mencari Bakat / IMB merupakan ajang untuk pencarian semua bakat anak negeri. Jadi bukan hanya untuk bakat tertentu yang banyak terlihat di acara tv lain.

Sekitar pukul 11.00 saya bersiap². Setelah mandi dan dandan seadanya, saya pun dihadapkan pada dilema yang ga penting banget. Antara pake baju seriusan atau baju maen. Tuh kan ga penting? :D Saya bongkar pasang beberapa potong baju, akhirnya pilihan jatuh ke bolero batik yang saya padu dengan jeans. Oles lipstik tipis, semprot parfum, trus capcuss deh saya ke TRANS TV.

Setelah menempuh perjalanan sekitar kurleb 1,5jam, tepat pukul 14.00 saya berhasil touch down (berasa naek pesawat) di kantor TRANS TV. Muter² di basement parkiran gedung Bank Mega trus nemu lift buat nganterin kami naek sampe ke lobi. Celingukan kanan kiri berharap ada orang lain juga yang celingukan biar ada temen nya. Hihihi...

Begitu masuk ke gedung, saya liat ada 2 meja yang dijaga oleh 2 orang mbak² pake kaos putih plus standing banner di sampingnya, dan di meja ada tulisan  "REGISTRASI BLOGGER". Asik! Langsung deh saya kesitu, absen, trus dikasih kertas sama Pin IMB. Di dekat standing banner berdiri mas Karel dari Blogdetik. (baru tau klo mas Karel dari Blogdetik setelah dia ngasih sambutan) #facepalm

Proses absen selesai, saya dan suami dianter ke lantai 3A, tempat acara kopdaran blogger diadakan. Begitu sampai, lagi² kami disambut mbak² dan mas² panitia yang pake kaos putih (lupa tulisan di kaosnya apa). Asli, mereka ramah banget. Helpful juga. Wong pas saya nanya toilet dimana, ga cuma ditunjukin pake ujung jari, tapi dianter sampe di depan pintu toilet. Keren toh? Sebelumnya saya juga sempet nanya, suami boleh ikutan masuk ato ga, dan mereka bilang boleh. Horeee... *kayang bareng suami*

Acara kopdaran blogger pun akhirnya dimulai. Sesi pertama, diawali dengan diskusi langsung yang diisi oleh Sulistyo Hadi (Supervisor Marketing PR TRANS TV), Tegar Bangun (Produser IMB), Karel (Blogdetik) dan Teuku Muda (Kreatif program IMB). Di acara diskusi tersebut juga dihadiri 3 finalis IMB yaitu Yohanna Harso, Sandrina Mayaza Azzahra dan Ardhy Dwiki Friananta. Setelah diskusi kemudian ada juga sesi tanya jawab. Bagi yang mengajukan pertanyaan bakal dapet hadiah hiburan dari TRANV TV. Asik kan? Gaaa.... Wong saya ga kebagian nanya. Ga ikutan dapet hadiah deh. Hikss...


Dari yang pegang mic : Sulistyo Hadi - Karel - Tegar - Teuku Muda


Salah 3 Finalis IMB

Setelah sesi pertama selesai kemudian ada break untuk ishoma. Ada snack dan makan siang juga lho dari pihak panitia. Alhamdulillah,, ga takut kelaperan deh. Hihihi... Lalu dilanjut dengan sesi kedua. Di sesi kedua ini, semua peserta dibagi kertas dan pulpen, kita diminta nulis kegiatan yang kita lakuin pada hari itu sejak bangun tidur sampe detik itu. Apes, saya ga kebagian pulpen. Jadi ketinggalan deh, yang lain udah nulis panjaaaaaaanngg,, saya baru mulai nulis di saat mata saya tertuju pada sebuah pulpen yang tergeletak santai di meja panitia. Hihihi... Saya ambil deh pulpen panitia. Trus ngebut nulis. Waktu selesai. Kumpulin deh. Eh ternyata ga terpilih juga tulisan saya. Huhuhu... Ga dapet hadiah lagi... #mewek

Ngebut nulis :D
Tepat pukul 17.00, kita semua bersiap² menuju studio 1. Huwaaa... ga sabar deh! Suami saya yang seneng karena ternyata boleh ikutan masuk, malah bingung sendiri karena dia pake sendal sedangkan yang laen ber-sepatu. Padahal panitia udah kasih pengumuman, klo sebenernya masuk ke studio ga boleh pake sendal. Karena kita blogger adalah tamu istimewa, makanya saat itu diperbolehkan. 

Begitu mendarat di studio 1, saya kebagian kursi di belakang juru syuting yang duduk di bagian tengah para penonton. Bersebelahan dengan suami dan 3 teman blogger yang baru kenalan di acara itu. Sebelum acara mulai, kita terlebih dulu dikasih warning ga boleh ini itu blablabla... Yang salah satunya adalah kita dilarang pake kamera yang menggunakan flash. Siap bos!

Teman Baru Sesama Blogger
Akhirnya IMB live dimulai, Omesh sebagai MC sudah bersiap² untuk memulai acara, dan ternyata aslinya cakep banget, ramah, huh seger deh nih mata! Menyenangkan sekali bisa melihat para juri secara langsung (wlopun cuma dari belakang), bisa merasakan sensasi jejeritan-nya mbak Soimah. Berasa kesetrum deh telinganya. Hahaha... Bisa melihat licinnya kepala mas Dedy Corbuzier, cool-nya mas Adie MS, dan cuantiknya mbak Titi Sjuman. Saya juga bisa melihat aksi panggung para finalis IMB secara langsung, dan juga proses syuting yang keren banget. Dan yang ga kalah penting adalah saya bisa melihat langsung mas² berbadan atletis, berseragam hitam dengan logo TRANV TV, berwajah tampan, murah senyum, dan ga cuma 1, 2, 3 tapi banyaaaaakkk,, wara wiri di depan saya sibuk ngatur proses syuting. Segeeeerrrrr!!!! ♥♥

Selama berada di dalam studio saya sama sekali ga berani pake hp ataupun kamera untuk sekedar jepret². Sebenernya boleh sih asal ga menggunakan flash, tapi saya lebih memilih untuk menikmati proses syuting dibanding sibuk jepret². Saya pikir toh nanti dari pihak panitia akan share foto dari kamera mereka. Lah ternyata begitu liat fotonya di share, kok ga ada foto saya pas berada di dalem studio ya. T_T

2 jam sudah saya berada di dalam studio 1, ikut menjadi bagian dari proses syuting IMB. Pengalaman yang menyenangkan dan ga terlupakan buat saya. Terima kasih kepada BLOGdetik dan TRANS TV selaku penyelenggara acara. Awesome! Semoga di lain waktu akan ada acara² seru seperti itu lagi yaa... #wink

100 Blogger Nobar IMB
Narsis dulu :D


Tuesday, January 15, 2013

Kawasan Hutan Mangrove

Beberapa kali mengunjungi Bali, saya selalu absen ke tempat wisata yang itu² aja, Pantai Kuta, Pantai Padang-padang, Tanah Lot, Bedugul, ga pernah lupa saya kunjungi setiap kali saya mengunjungi Bali. Akan tetapi awal tahun 2012 lalu, ketika saya mengunjungi Bali bersama 3 teman kantor, baru lah saya tau bahwa ada tempat yang bagus di Bali. Bukan pantai seperti yang udah begitu melekat dengan Bali. Tapi sih tetep, ga jauh² juga dari pantai. Tempat itu adalah Kawasan Hutan Mangrove!

Hutan Mangrove atau yang biasa disebut dengan Hutan Bakau merupakan hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Nah, ketika liburan awal tahun lalu, Mas Andi teman saya di Bali (yang udah seperti kakak saya sendiri), mengajak kami mengunjungi Kawasan Hutan Mangrove yang terletak di jalan By Pass Ngurah Rai. Dia begitu berani mempromosikan ke saya tentang tempat tersebut. Dia bilang tempatnya keren, bagus buat foto², bahkan sering dijadikan lokasi buat foto prewedding. Hmm boleh juga kayaknya. 


Akhirnya pagi² sebelum memulai acara jalan² kami ke berbagai tujuan wisata, kami pun mampir sebentar ke Kawasan Hutan Mangrove. Kawasan ini sangat besar dan luas. Begitu memasuki lokasi, kami disuguhi dengan jalanan panjang seperti jembatan yang terbuat dari kayu sederhana. Pemandangan kanan kiri jembatan dipenuhi dengan tumbuhan bakau. Di beberapa titik terdapat seperti tempat untuk beristirahat. Ada juga menara pantau yang bisa kita gunakan untuk beristirahat sekaligus menikmati keindahan alam Hutan Mangrove dari atas menara.

Saya sempat merasakan bosan ketika baru mulai jalan beberapa meter memasuki Kawasan Hutan Mangrove. Tapi begitu sampai di pondok peristirahatan dan menara pantau, wuihh indah bener! Terbukti benar promosi dari Mas Andi. Saya yang tadinya mau ngomelin Mas Andi karena udah ngajak kami ke tempat itu jadi malah berbalik berterima kasih. Abisan keren bener tempatnya. Hehehe...


Pas kebetulan pula di pondok peristirahatan yang sekaligus menara pantau itu sedang digunakan satu pasangan untuk foto prewedding. Sumpah keren! Bahkan calon pengantin laki-laki nya sempet bantuin moto kami berlima lho. Kayaknya dia kasian sama Mas Andi yang sibuk motoin saya dan ketiga teman saya, sedangkan dia sendiri ga ikutan foto. Hehehe...

Bagi yang suka fotografi sih, sangat saya sarankan untuk main kesana. Buktikan sendiri ke-keren-an Kawasan Hutan Mangrove di Denpasar, Bali. Tempatnya juga lumayan sepi, jadi proses foto²an aman, ga banyak gangguan dari manusia lain. Hahaha... *jahat*

Pengen kesana lagi... *ngacir browsing tiket*

:D


Monday, January 14, 2013

100 Blogger Nobar IMB

Berawal dari seorang teman yaitu Khaerul Al-Azmi yang men-tag saya di G+ tentang suatu event yang diadakan oleh Blogdetik buka disini , saya pun iseng aja ikutan daftar. Kebetulan syarat dan ketentuan nya pun tidak terlalu susah. Hanya dengan mengirimkan data diri (Nama + Umur + No. HP + Alamat Blog) via email : ticketingtranstv@gmail.com dengan subject : Blogger IMB, yang paling lambat harus dikirimkan tanggal 10 Januari 2013.


Senin siang di sela² jam istirahat siang kantor, saya pun mengirimkan email pendaftaran tersebut. Sent! Akhirnya email terkirim ke tujuan dengan sukses. Setelah itu saya pun ga pernah terpikir bahwa saya akan terpilih karena saya adalah blogger newbie yang belum ada apa²nya. Postingan pun baru ada beberapa gelintir saja, hehehe... Oke lah ga masalah, pikir saya. Karena toh daftarnya pun ga dipungut biaya. 

Hari berganti dan saya udah lupa dengan acara itu. Sampai pada hari Jumat sore kemaren, sekitar pukul 17.30an, di saat jam kerja selesai, saya terpaksa harus membuka email saya karena ada aktivasi pendaftaran di web Airasia yang saya lakukan. Karena email tersebut bukan default email saya, jadi jarang saya buka. Kaget lah saya saat itu ketika ada email masuk dari ticketingtranstv@gmail.com dan isinya adalah konfirmasi bahwa saya terpilih sebagai salah satu blogger yang mereka undang untuk menghadiri acara "100 Blogger Nobar IMB". Pengumuman lengkapnya ternyata ada di disini. Dan benar saja, ketika saya klik link pengumuman yang tercantum di email, saya menemukan nama saya ada di urutan daftar 100 blogger yang terpilih. Huwaaaaaaaa.... serius nih??? *terharu*

Jujur, saya ini bisa dibilang ga ada hoki klo yang berhubungan dengan kuis, undian, atau apalah namanya. Makanya agak ga percaya dengan email yang saya terima. Saya sempat berpikir bahwa mungkin yang terpilih adalah 100 pendaftar pertama. Tapi begitu saya baca paragraf kedua dari pengumuman yang berbunyi,

"Tanpa diduga undangan tersebut mendapat respon yang luar biasa, jumlah pendaftar yang masuk ke panitia sampai akhir waktu pendaftaran membludak dari target yang sudah ditentukan. Namun karena keterbatasan kuota, kami mohon maaf tidak semua pendaftar dapat kami terima. Blogger-blogger yang mendaftar kami filter terlebih dahulu dan inilah 100 blogger yang berhak mengikuti acara 100 Blogger Nobar IMB"

Saya jadi merasa PD, pasti lah mereka ga asal pilih aja, atleast mereka udah sempet ngintip blog saya. Hihihi...
Cihuyy... ternyata beneran nih saya dipilih. Sudahlah ga usah dipikirin dipilihnya karena apa, yang penting nama saya ada dan saya akan datang! Saat itu seingat saya acara akan diadakan tanggal 26 Januari 2013, jadi begitu dapet konfirmasi email, saya ga ngecek lagi kapan dan dimana acara nya akan berlangsung. So stupid! Sampai ketika suami saya ikutan baca email dan ngasih tau bahwa acaranya besok, yaitu tanggal 12 Januari 2013. Huhuhu... untung aja suami ikutan baca emailnya, klo ga kan bisa terlewat. 
Hari Jumat sore itu pun saya pulang ke rumah dengan hati senang. Riang gembira tiada terkira. Sempet bingung sih, ntar disana bakal ngobrol sama siapa, kan ga ada yang kenal. Halah, masa bodoh' lah, saya kan ngajak suami, minta temenin suami pokoknya! Eh,, tapi suami boleh ikut masuk ga ya?? kan undangan cuma buat blogger??? T_T

-bersambung-

Thursday, January 10, 2013

-Untitled-

Hujan...
Dinginmu membuatku tau bagaimana rasanya panas
Kau datang selalu untuk suatu tujuan
Tiada satu pun yang sia-sia
Begitulah sesungguhnya...

Hujan...
Apakah kau tau?
Tubuh ini seakan tidak mau kalah dengan-NYA
Ingin bersuka cita, merayakan kedatanganmu
Kau berkah buatku
Bulir air di ujung mataku, itulah saksinya...

Hujan...
Bersediakah kau sampaikan pada-NYA?
Aku rindu... sumpah aku rindu...
Tapi aku tau bahwa DIA juga rindu...
Dan DIA akan selalu begitu...


Hujan...

Kutitipkan setiap rindu dan terima kasih-ku untuk-NYA
Padamu... 
Rasa ini semoga selalu hidup dalam setiap helaan nafasku
Sampai pada akhirnya nanti
Aku akan bertemu dengan-NYA
Dan akan kusampaikan sendiri 
Rasa rindu ini...
 

Tuesday, January 8, 2013

Pejuang Cinta III

Pertemuan Pertama

Saat saya bekerja di Lampung, saya ngekos di rumah keluarga yang begitu baik. Kami para penghuni kos menamai rumah kos itu "Rumah Kos Ibu Broto". Siang itu udara terasa panas menyengat di kota Lampung. Weekend yang membuat saya merasakan malas yang teramat sangat untuk beraktifitas di luar rumah (kos). Saya pun memutuskan untuk bermalas²an alias leyeh² di depan tv ibu kos. Dari dalam rumah saya melihat ada pasangan muda yang masuk ke dalam rumah melalui pintu samping kos dimana di samping rumah terdapat 4 kamar kos yang ditempati oleh para senior saya dan semua nya cowok. Saya melihat mereka mengetuk salah satu pintu kamar kos, dan kemudian masuk. Saya pun bergegas ngintip dari pintu dapur. Oh ternyata si cowok adalah alumni dari "Rumah Kos Ibu Broto". Dan si cewek adalah pacarnya. Si cowok bersilaturahmi dengan seluruh penghuni rumah kos, termasuk saya yang notabene adalah junior yang belum pernah sekalipun ketemu sama dia. Kesan pertama : Ramah!

SMS Pertama

Beberapa bulan setelah pertemuan yang hanya sebatas salaman saja itu, saya pun lupa dengan si cowok itu. Sampai pada suatu hari, tepatnya awal bulan Mei 2005, saya menghadapi masalah dalam pekerjaan dan mengharuskan saya mengirimkan berkas ke kantor pusat di Jakarta, secepatnya! Bingung. Cemas. Kemudian salah satu senior saya di kosan (yang didatengin cowok itu dengan pacarnya) mencoba membantu memberikan solusi untuk mempermudah pengiriman berkas. Yaitu dengan mengirimkan berkas ke si cowok karena kebetulan dia kantornya di Jakarta. Saya pun mendapatkan nomor handphone nya dan kemudian mengirimkan sms. Ketika itu sms kami hanya membahas seputar masalah yang sedang saya hadapi. Sms nya semakin menguatkan kesan pertama yang saya dapet, RAMAH malah plus BAIK HATI. (tapi belum ketauan gemar menabung atau ga, hihihi)

Telepon Pertama

Setelah pertemuan pertama yang ala kadarnya, dilanjut dengan sms pertama yang juga gitu² aja, tak disangka komunikasi kami berlanjut dengan telepon. Cihuy! Tepat abis maghrib ketika saya selesai sholat, ibu kos berteriak dari ruang tengah, "nduuuukkk, nduuuuuuukkk ada telepon nih", maklum kamar saya posisi nya paling belakang jadi perlu tenaga ekstra klo manggil. Hehehe... Saya pun bergegas lari ke ruang tengah. Saya angkat gagang telepon. Dan saya mendengar suara yang asing. Ternyata si cowok itu, yang bawa pacarnya ke kosan, yang saya sms buat minta tolong kerjaan, dia lah yang telpon saya. 

Ga ada pembicaraan aneh pada awalnya, kami hanya membahas masalah kerjaan yang sedang saya hadapi. Sampai pada titik akhir bahasan kerjaan, topik pun beralih ke yang lain. Becanda²an yang ga penting, dia nanya siapa pacar saya, saya jawab ga ada karena memang saat itu saya putuskan untuk ga pacaran. Bukan karena ga ada cowok yang mau, tapi karena ga mau buang waktu dengan pacaran. Klo ada yang serius, ya ayuk nikah. Keren kan saya? Hahaha 

Saat itu saya juga nanya, gimana hubungan dia dengan pacarnya. Dia jawab klo mereka lagi break. Alasannya karena si pacar belum siap diajak nikah. Padahal mereka udah lumayan lama pacaran lho. Becandaan pun berlanjut :

cowok  :  nikah yuk?
saya      :  yaudah ayuk (dengan nada becanda juga)
cowok  : serius nih?
saya      : iya serius
cowok  : yaudah aku ke Lampung ya, kita ketemuan
saya      : ok, siapa takut 

Telepon pun ditutup dengan pembicaraan yang awalnya becanda, tapi mengarah ke serius. Eh iya lah serius, ini ngajakin nikah beneran atau apa coba???? Kacau!

Pertemuan Yang Sesungguhnya

Taraaaaaaaaaaa.... akhirnya pas libur weekend, tuh cowok beneran muncul di Lampung, di kosan, di depan mata saya. Alamak!! Ini serius toh rupanya?? Setelah pertemuan itu, kami pun intens komunikasi, sms dan telepon. Komunikasi serius. :D

Dalam masa pengenalan itu, saya hanya berbekal informasi dari temen²nya dan juga ibu kos sekeluarga. Karena dia pernah kerja di kantor yang sama dengan saya cukup lama. Heran nya, semua informasi yang saya dapet tentang dia adalah POSITIF. Nahlooo??? 

Dia pun konsisten menjalin komunikasi dan perkenalan dengan saya. Saya pikir, dia memang serius. Sampai pada suatu hari, saya minta dia temui orang tua saya di Semarang. Di luar dugaan, dia pun setuju. Ga lebih dari sebulan perkenalan kami, dia berani untuk bertemu dengan orang tua saya dan menyatakan niatnya untuk menikahi saya. 

Minta Ijin Orangtua 

Akhirnya kami berdua pun berangkat menuju kampung halaman saya di daerah Semarang. Dengan agenda pertemuan dia dengan papa dan mama. Everything was going well until my mom said : "kenapa mesti nikah cepet² sih, kan kamu masih muda, baru 21 tahun?". Pertanyaan yang mengisyaratkan ketidaksetujuan seorang ibu dengan keputusan anak gadis satu²nya yang dia miliki. Agak lama buat saya meyakinkan mama, sampai akhirnya mama setuju dan percaya klo anaknya ini bakal baik² saja. Beres!

Reaksi papa justru sebaliknya. Papa minta jangan lama² nikah, klo bisa tahun ini juga. Bulan September akhirnya dipilih papa sebagai waktu yang "bagus" buat kami menikah. Entah di lihat bagusnya dari mana. Tapi yang pasti, buat cowok itu adalah sesuatu yang ga bagus. Gilak aja toh, langsung ditembak suruh nikah September. 3bulan lagi lho! Mau cari duit dari mana coba?!! Hahaha... Kabur deh sana kabur klo memang mau mundur. :p

Tapi ternyata jawaban si cowok lagi² di luar dugaan saya. Dia setuju dengan permintaan papa. Entah karena takut, gengsi, atau beneran mau sama saya. Hanya Tuhan dan dia yang tau. Hihihi...

The Day!

Dalam tempo 3bulan, perkenalan kami yang hanya diawali dengan becandaan, akhirnya bisa sampai ke pernikahan. Dalam tempo 3bulan pula persiapan untuk acara pernikahan kami lakukan dengan serba kilat. Untungnya kami punya banyak temen yang baik dan sangat membantu kami berdua. Oya, ada hal lucu yang sempet terlontar dari mulut temen² kantor saya yang sebagian besar juga temen² dia, ketika mereka nerima undangan dari saya, mereka semua terkaget², dan komen nya hampir sama, "lah kok bisa sih mereka ini nikah?pacaran ama siapa, nikahnya ama siapa". Hihihi... Itulah rahasia Allah... :)

Akhirnya 3 September 2005, kami pun resmi menjadi pasangan suami istri. Alhamdulillah... Ga pernah terbayang oleh saya bahwa dia lah yang akan menjadi suami saya. Seorang laki² yang berkepribadian sempurna di mata saya. Bertanggung jawab terhadap keluarga. Seorang laki² yang menjadi penyeimbang dalam hidup saya.

♥♥♥

Dia lah suami yang selalu saya cium tangan nya setiap hari...
Suami yang selalu menyelimuti dan mencium kening saya setiap malam...
yang selalu memaafkan saya klo saya berbuat salah...
yang selalu menggoda saya ketika saya marah...
selalu menghibur saya ketika saya sedih...
menyemangati saya ketika saya down...
melindungi saya dalam setiap detik hidup saya...

Its gonna be never ending story if its about his kindness. He is just my One and Only. Thanks to Allah for sending him in to my life. *mewek*

Monday, January 7, 2013

Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Hayo siapa yang belum pernah ke TMII alias Taman Mini Indonesia Indah? Saya pertama kali ke TMII waktu masih keciill banget, masih TK mungkin. Waktu itu saya masih tinggal di Semarang. Nah setelah domisili saya pindah ke Jakarta, saya pun udah mengunjungi TMII sebanyak 3x. Dan ketiga²nya karena ketidaksengajaan, yaitu karena saya harus mengantar saudara yang datang dari Surabaya. Kali kedua dan ketiga bertepatan dengan libur lebaran. Jadi bisa dibayangin ramenya seperti apa... huff... saking ramenya sampai kami pun ga bisa apa². Cuma bisa duduk lesehan di salah satu anjungan, trus ngemil segala macem bekal yang kami bawa. Thats all.

Baru kemaren itu lah saya bener² bisa menikmati TMII yang sesungguhnya. Lebay ya? hihihi... Tapi memang bener. Karena kemaren kami dateng pagi² di saat TMII masih sepi pengunjung. TMII ini buka mulai jam 07.00 s/d 21.00 WIB. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 9 pagi. Cuaca agak mendung jadi enak buat berkeliling. Tiket masuk hanya Rp.9.000,-/orang (anak 3th keatas bayar penuh), dan Rp. 10.000,-/mobil. Murah banget ya? :D

Danau Miniatur Kepulauan

Saya sebenernya tidak secara sengaja berniat jalan-jalan ke TMII. Tetapi hanya mengantar saudara dari Surabaya (lagi). Kemaren kami hanya punya waktu sekitar 3jam untuk muter²in TMII karena jam 12 kami harus pulang dan bersiap² nganter saudara ke bandara karena jadwal penerbangan kembali ke Surabaya pukul 18.55 WIB

Di bagian tengah TMII terdapat danau yang membentuk miniatur kepulauan Indonesia. Lalu ada anjungan daerah, beberapa museum, kereta gantung, teater IMAX Keong Mas, teater Tanah Airku, dan juga ada miniatur monas. 

Begitu masuk ke lokasi, kami mampir ke anjungan Sumatra Barat, foto² bentar, trus lanjut ke anjungan NTT, trus lanjut lagi ke anjungan Sulawesi Selatan, ke anjungan mana lagi gitu, saya lupa deh, dan semua nya hanya untuk cari spot berfoto. *tepokjidat*
Di anjungan Sulawesi Selatan, saya menemukan halaman kosong yang lumayan luas dan berumput. Cakep deh. Tanpa pikir panjang, saya mengajak suami dan anak, juga adek buat gegulingan dan dlosoran di rumput dan lagi² kami pun berfoto ria bersama. Gapapa deh gatel² dikit. Hihihi...
Baru lah di Museum Transportasi kami semangat liat² pesawat Garuda Indonesia, helikopter SAR, dan kereta api Presiden RI. Tapi tetep sih, setelah liat², nampang di depan lokomotif kereta api dan...... berfoto! Hehehe... Begitu lah kira² sampai hujan mulai turun, dari rintik² sampai deras. Saya pun bingung menyelamatkan mainan baru saya. Akhirnya demi melindungi nya, saya pun membungkus mainan baru itu dengan kantong plastik supaya aman dari air hujan. Maklum lah mainan baru :D

Oya, untuk masuk ke Museum Transportasi ini dikenain biaya lagi lho, Rp. 2.000,-/orang, dan klo mau masuk ke pesawat Garuda Indonesia juga dikenain biaya tambahan Rp. 3.000,-/per orang.

Karena cuaca yang udah ga mendukung buat berkeliling lagi. Kami pun memutuskan untuk segera pulang. Begitulah secuil cerita jalan² singkat saya dan keluarga ke TMII sabtu pagi kemaren. Liburan murah, bagus, dan juga bisa menambah wawasan tentang Indonesia sekaligus membangkitkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air kita. Asik kan? Yuk, ke TMII... ;)

Friday, January 4, 2013

Mainan Baru ☺





Di atas adalah beberapa foto hasil jepretan dari mainan baru saya yang sempat membuat saya galau ga jelas, bingung antara mau beli atau ga. Dan akhirnya saya putuskan untuk beli dengan mempertimbangkan beberapa alasan. *halah* :D

Tapi memang bener lho, sebenernya saya sudah memutuskan untuk ga beli kamera. Nah kebetulan pas akhir tahun kemarin, saya dan keluarga melakukan kegiatan bedah rumah alias bersih² seluruh isi rumah karena kami akan kedatangan nenek dari Surabaya. Saat itu secara ga sengaja saya menemukan foto masa kecil saya di album foto usang yang tertumpuk di lemari buku. Seperti yang saya posting disini http://tujuh-bunga.blogspot.com/2012/12/saya-dan-dhimas.html . Ga lebih dari 10 foto yang saya temukan. Saya berpikir, alangkah bahagia nya seandainya dulu kami punya kamera sehingga kenangan masa kecil dulu akan tetap tersimpan dalam bentuk lembaran foto. Itu sih salah satu bahan ngeles saya ke suami supaya suami setuju juga untuk beli kamera. Hahaha... Semoga suami ga baca postingan ini :D

Akhirnya hari Minggu tanggal 30 Desember 2012 kemaren, kami pun ngacir ke toko Focus Nusantara di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ini lah toko yang teman saya rekomendasikan. Bagus, murah, dan yang jelas barang nya terjamin. Begitu katanya. Sebelumnya saya juga sudah berkunjung ke website nya si toko disini. 

Jreng jreng jreenngg... Inilah dia, kamera yang akhirnya menjadi milik saya dan menjawab ke-galau-an hati saya akhir tahun lalu. Alhamdulillah sudah saya miliki. Dan semoga berguna buat saya sekeluarga. Amin.. Hehehe...


Thursday, January 3, 2013

Pejuang Cinta II

Kejadian kedua saya alami ketika saya sudah bekerja di Lampung. Waktu itu saya berkenalan dengan cowok yang bekerja di kantor yang sama dengan saya bekerja, hanya saja kantor cabang tempat dia bekerja ada di kota Pekalongan. Sebut saja namanya Agus. Kami dikenalkan oleh teman saya yang kebetulan seorang perawat yang kos di rumah yang sama dengan Agus. Praktis hubungan kami hanya melalui sms dan telpon. Dulu sih belum kenal yang namanya internet, facebook, chating dll. *norak* :D

Tapi hanya dari obrolan via sms n telpon, saya merasa klo Agus ini bener² suka sama saya. Mungkin dia sudah dapet gambaran dari temen saya itu, gimana saya secara fisik dan kepribadian. Hwahahaha... Malah narsis. Abaikan ya! :D

Nah saya ini yang ga punya gambaran apa². Yang saya tau Agus ini baik, super sopan, kalem, tipikal cowok Jawa Tengah tulen deh. Iya iya tok seringnya. Lha muka nya seperti apa saya ga tau. Klo ga punya idung gimana hayo? Hahaha...

Kami termasuk intens ber-telpon dan sms lho. Maklum lah masih muda. Saya juga waktu itu masih berlangganan simcard pascabayar. Jadi ga pusing beli pulsa. *songong*. Pada suatu malam yang tenang, saya iseng telpon dia. Begini kira² percakapan singkat kami :

Saya : lagi dimana mas?
Agus : lagi di Tegal dek
Saya : lho ngapain malem² gini?
Agus : mau ke Lampung (datar)
Saya : wah, becanda nih, udah ahh ga usah becanda! (langsung tutup telpon)

Asli tuh orang bikin sewot campur penasaran. Gila aja mau ke Lampung dari Pekalongan naik motor??? Saat itu saya bener² ga percaya. Ahh, lupakan obrolan ga jelas tadi! Dan akhirnya saya pun langsung nyungsep ke kasur. Tidur.

Esok hari nya ga ada kabar dari Agus. Pagi, siang, sore, dia tetep ga ngasih kabar. Saya pun berpikir klo semalam dia cuma becanda. Ok, lupakan.

Malem hari nya dia baru telpon lagi. Jadi udah 24 jam setelah telpon terakhir kemarin malem. Dia bilang udah masuk kota Lampung. Dia nanya rumah kos saya sebelah mana. Karena malem hari, jadi dia agak kesusahan mencari. Whaaaattt???!! Ahh nih bocah masih becanda aja rupanya! *kesel* *tetep ga percaya*

Langsung saya tutup telpon nya. Udah mulai males ama becandaan dia yang ga lucu itu. Selang beberapa detik, handphone saya berdering lagi. Nama Agus muncul di caller id. Saya angkat,

Agus : dimana dek rumah kos nya?
Saya : udah ahh males becandaan nya! aku matiin lagi nih telpon nya! (jutek)
Agus : eh siapa yang becanda, ini serius, aku udah di Lampung, sekarang di alun² kota, deket Masjid Agung, blablabla... (dia jelasin detil tempat yang ada di sekitar alun² kota)
Saya : *bengong*

Lalu saya pun berlari ke kamar mbak Evi, anak perempuan ibu kos, minta tolong supaya dia jelasin ke Agus dimana posisi tepat nya rumah kos. Karena jujur saya ini disoriented, gatau mana arah timur selatan utara. *malu*

Eh ternyata bener! Setelah dapet penjelasan dari mbak Evi, dari kejauhan terdengar suara knalpot motor di depan rumah. Begitu saya dan mbak Evi buka pintu gerbang rumah, OMG...!!! ternyata bener si Agus muncul di depan rumah kos saya! Dengan tampang kucel, dekil, awut²an. Ya eyalahh, gimana ga awut²an wong naik motor dari Pekalongan-Lampung! Tapi ternyata cakep juga, walaupun ketutup debu dekil. Hahaha

Seketika itu juga rumah kos saya heboh. Teman² yang semuanya cowok pada ngledekin saya. Termasuk ibu kos dan mbak Evi. Arrgghh...!! Perasaan kaya gini nih yang paling saya ga suka. Dilema. Mau diterima tapi saya ga suka perasaan itu. Mau ditolak? ga tega. Apalagi dia sempet beberapa kali jatuh dari motor dalam perjalanan ke Lampung. Kaca spion pecah. Baret² menghiasi motor kesayangan dia. Makin ga tega T_T

Kejadian kaya gini terulang lagi. Ditembak cowok dengan cara yang ga wajar. Should i be proud of it? Saya malah malu, males, sebel. Mereka yang ga normal atau saya ya? Entah lah. Akhirnya saya pun terima Agus jadi pacar saya. Terpaksa. Walaupun saya sangat menghargai kerja keras dia buat nunjukin perasaan nya ke saya. Tapi rasa ga nyaman diperlakukan seperti itu tetap ada di hati saya. Beberapa bulan kemudian kami putus. Saya putusin hubungan. Begitu lah klo hubungan dihinggapi perasaan ga nyaman dari awalnya. Yang pasti karena ga berjodoh juga ya.

Pelajaran yang bisa saya ambil adalah bahwa setiap hubungan yang akan kita jalani, sebaiknya dilandasi oleh perasaan tulus dan ikhlas menerima pasangan kita apa adanya. Bukan karena terpaksa.