Thursday, February 28, 2013

How Deep Is Your Love? [Cerita Fiksi] (Bagian II - Tamat)


Malam itu Anisa dan ibunya sibuk mencari pinjaman kebaya ke rumah salah satu saudaranya yang tinggal sekampung. Esok hari mereka harus berangkat ke Jakarta untuk acara wisuda Anisa. Ya, selama ini Anisa memang kuliah sambil bekerja. Membiayai kuliahnya sendiri dari uang hasil kerjanya. Betapa bangganya sang Ayah dengan Anisa yang sebentar lagi akan menjadi seorang Sarjana Manajemen. Sayangnya Anisa hanya bisa menghadiri acara wisudanya dengan ditemani ibu dan adik laki-lakinya, karena Ayahnya sedang sakit.

Dengan kondisi tubuh yang masih lemah karena baru saja menjalani operasi tumor, Anisa tetap semangat mengikuti wisuda sarjananya. Tentu saja karena dia akan segera bertemu dengan Erik yang sudah terlebih dulu berangkat ke Jakarta untuk mengikuti acara wisudanya. Kebetulan Erik mempunyai saudara di Jakarta sehingga dia menyempatkan diri untuk singgah.

Acara wisuda pun dimulai, Anisa dan ibunya tampil cantik dengan setelan kebaya warna merah terang. Erik datang menemani Anisa. Dengan setelan kemeja dan celana hitam, Erik terlihat begitu putih dan tampan. Tetapi ada yang aneh dengan sikapnya siang itu. Erik begitu dingin dan banyak diam. Anisa bisa merasakan ada perubahan dalam diri kekasihnya itu.

Luka bekas jahitan di perutnya terasa perih karena Anisa harus mengenakan kebaya yang ketat. Tapi rasa penasaran dengan sikap kekasihnya yang dingin, jauh lebih menyiksa. Harusnya hari itu menjadi saat yang sangat membahagiakan bagi Anisa, tapi sayangnya dia justru kehilangan momen itu. Dia berniat menanyakan kepada Erik tentang sikap dinginnya itu setelah mereka kembali ke Pontianak.

Setelah wisuda, Anisa dan Erik langsung kembali ke Pontianak untuk kembali bekerja di kantor. Erik tetap dengan sikap dinginnya. Hal itu sungguh menyiksa bagi Anisa terlebih dengan kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih. 

Sesampainya mereka di Pontianak, Erik kemudian bercerita bahwa dia mendapat tekanan dari keluarganya ketika di Jakarta. Rupanya saat itu ayah dan ibunya pun datang ke Jakarta. Mereka melakukan semacam "sidang" kepada Erik. Mencoba melakukan intervensi hubungannya dengan Anisa. 

Erik : "Kamu tau apa yang keluargaku lakukan?"
Anisa : "Apa?"
Erik : "Tapi janji ya kamu ga boleh nangis, kamu harus tetep kuat" (Erik sangat mengetahui bahwa kekasihnya itu sangat lemah dan mudah sekali down)
Anisa : "Selama ada kamu, insyaAllah aku kuat kok"
Erik : "Ayahku mencoba memisahkan kita dengan meminta kantor untuk memindahkanku ke Batam"

Batam - Pontianak tentu saja bukan jarak yang dekat. Anisa terdiam. Wajahnya seperti tanpa ekspresi. Yang jelas dia sangat terpukul dengan apa yang baru saja Erik ceritakan. Betapa hubungan mereka sudah sangat mengganggu keluarga Erik. Mungkin bagi keluarga Anisa juga, hanya saja reaksi keluarganya jauh lebih baik dibanding keluarga sang kekasih. Dia tidak pernah menyangka bahwa intervensi keluarga Erik akan sejauh ini. 

Dan benar saja, selang 5 hari sejak Erik bercerita, kantor mengumumkan adanya mutasi kantor. Erik benar-benar dipindahkan ke Batam. Di salah satu kantor cabang perusahaan yang ada disana. Sedangkan Anisa tetap di Pontianak. Seperti mimpi buruk bagi keduanya. Anisa merasa bahwa Tuhan kembali sedang menjauhkan mimpinya (lagi), yaitu Erik. Seperti dulu saat dia harus menunda mimpinya berkuliah dan baru bisa meraihnya beberapa waktu yang lalu. Mimpi yang tertunda. 

Dia mencoba berpikir positif bahwa Erik adalah mimpinya yang tertunda, dia yakin suatu hari nanti mereka akan kembali bersatu. Berat memang, tapi dia harus tetap menghadapinya. Erik juga sangat membantu menenangkan hati Anisa. Saling menenangkan tepatnya.

Seminggu sudah Anisa berpisah dengan Erik. Berpisah karena jarak, tapi hubungan mereka masih berjalan. Setiap akhir pekan Erik selalu menelpon Anisa. Mereka bercerita tentang apa saja yang mereka alami. 

Keyakinan untuk tetap bisa menjalani hubungan selalu Anisa pegang teguh. Beberapa teman lelaki mencoba mendekatinya tapi dengan halus dia tolak. Karena dia masih tetap setia menunggu Erik. 

Sampai pada suatu hari ketika hidayah itu datang, Anisa memutuskan untuk berjilbab. Menutup aurat yang merupakan kewajiban bagi seluruh wanita muslim. Dia bingung harus bagaimana. Apakah dia harus melaksanakan kewajibannya sebagai seorang wanita muslim dengan mengenakan jilbab? Atau masa bodoh dengan hidayah itu dan tetap bersama Erik? Pilihan yang pertama lah yang kemudian dia pilih. Tapi tetap dengan harapan Erik akan setuju dan terus melanjutkan hubungan.

Genap seminggu Anisa berubah penampilan dengan mengenakan jilbab. Seperti biasa setiap akhir pekan Erik menelpon. Anisa menggunakan kesempatan itu untuk menceritakan perubahan penampilannya.

Anisa : "Mas, aku sekarang pake jilbab"
Erik : "Serius kamu dek?" (dengan nada kaget)
Anisa : "Iya, udah seminggu ini aku pake"
Erik : "Jangan dulu lah, kamu tau kan klo kita akan semakin sulit bersatu dengan jilbabmu itu"
Anisa : "Iya aku tau, tapi aku sudah memutuskan untuk berjilbab dan ga akan melepasnya lagi" (dengan suara gemetar menahan tangis)
Erik : "Ya sudahlah terserah aja, putus aja lah kita!" 
Anisa : "Klo kamu memang ga bisa nerima aku, ya sudah gapapa kita putus" (sambil menangis)

tut tut tut tuuutttt... 

Anisa menganggap bahwa Erik hanya emosi mendengar keputusannya untuk berjilbab. Dia bahkan masih berharap hubungan mereka akan baik-baik saja. Tetap baik-baik saja. Erik akan kembali bersamanya.

Harapan itu tiba-tiba lenyap ketika dia membuka website perusahaan tempatnya bekerja, dan melihat foto Erik terpampang disitu. Fotonya yang putih dan tampan. Di deretan kolom "BERITA DUKA". 

Telah meninggal Ignatius Erik Suherman, Kamis 16 Mei 2004 di Rumah Sakit Cipta Husada, Batam pukul 16.00 WIB karena sakit tumor usus. 

Anisa mematung. Bulir airmata membasahi pipi dan jilbabnya. Erik tidak akan pernah kembali bersamanya. Erik hanyalah mimpi. Bukan mimpinya yang tertunda melainkan mimpi yang tidak akan pernah menjadi nyata dalam kehidupannya. Erik telah tiada.



-End-


Monday, February 25, 2013

How Deep Is Your Love? [Cerita Fiksi]


Anisa terpaksa harus merantau ke pulau seberang demi cita-citanya. Dia diterima bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi di kota Pontianak. Saat itu Anisa hanya berpikir bahwa dia ingin sekali bekerja demi membantu perekonomian keluarganya. Di perusahaan itu dia berkenalan dengan seorang pemuda. Kemudian mereka pun saling jatuh cinta. Pemuda itu bernama Erik. Erik adalah anak tunggal dari keluarga Nasrani. Sedangkan Anisa adalah seorang muslimah. Mereka akhirnya memutuskan untuk berpacaran. Sedari awal mereka sudah menyadari bahwa hubungan mereka tidak akan mungkin selamanya. Sehingga sejak awal hubungan, mereka sudah saling memberi pengertian bahwa suatu saat nanti, mereka harus putus. 

Selama ini mereka saling mendukung dalam menjalankan ibadah masing-masing. Setiap bulan Ramadhan Erik bahkan tidak jarang menemani Anisa untuk berpuasa. Berbuka puasa bersama. Bahkan bingkisan Lebaran jatah Erik dari kantor pun dia berikan untuk Anisa. Tidak beda jauh, Anisa juga sering mengingatkan Erik untuk pergi ke gereja. Membantu Erik berbelanja untuk keperluan Natal. Betapa bahagianya mereka menjalani kehidupan percintaan saat itu.

Hari berganti tidak terasa hubungan mereka sudah menginjak 1 tahun. Sejak saat itu lah mulai timbul masalah. Keluarga mereka mengetahui hubungan itu. Ayah Anisa dengan tegas melarang anaknya berpacaran dengan pemuda Nasrani. Begitu juga sebaliknya. Keluarga Erik juga tidak menyetujui hubungan mereka. Apalagi Erik merupakan anak tunggal yang nantinya akan meneruskan keturunan keluarganya. 

Perasaan yang semakin kuat terjalin diantara keduanya. Kata putus pun sulit terucap. Seakan mereka lupa komitmen awal hubungan, bahwa akan ada saat dimana mereka memang harus putus. Mereka tetap mencoba menjalani hubungan itu. Seperti ingin mencoba peruntungan mereka. Siapa tau akan ada jalan keluar terbaik untuk mereka. Tentu saja bukan "putus" yang mereka harapkan.

Rupanya keteguhan hati mereka membuat pihak kedua keluarga menjadi emosi. Ayah Erik mengirimkan kakak sepupu Erik untuk menemui Anisa. Untuk apa? Jelas untuk meminta agar mereka berpisah. Sang utusan berdalih jika Anisa ingin melihat kekasihnya bahagia, maka mereka harus berpisah. Karena ayah Erik berpesan, jika Erik tetap melanjutkan hubungan dengan Anisa, maka Erik tidak akan dianggap lagi menjadi anak. Dicoret dari daftar keluarga. Kejam. 

Tapi rupanya pesan dari sang ayah kekasihnya tidak serta merta membuat Anisa goyah. Tentu saja karena dukungan Erik. Bahwa dia akan tetap setia mendampingi Anisa. Apapun yang terjadi. 

Suatu ketika, Anisa jatuh sakit. Dia didiagnosa menderita tumor di perutnya. Yang akhirnya membuat Anisa harus dioperasi. Anisa memilih untuk menjalankan operasi di kampungnya. Di kota Banyuwangi. Agar bisa dekat dengan keluarganya. Anisa pun pulang. Dan tentu saja, Erik masih tetap setia mendampinginya. Bahkan menemaninya selama proses perawatan. 

Ayah Anisa yang begitu keras menjadi melunak ketika melihat pengorbanan Erik untuk Anisa. Walaupun dia tetap tidak menyetujui hubungan mereka, tapi akhirnya dia bisa bersikap baik terhadap Erik. Mungkin juga demi sang putri yang sedang terbaring sakit. Entahlah.

Kondisi Anisa berangsur-angsur pulih setelah menjalani operasi. Dia kemudian kembali ke Pontianak untuk kembali bekerja. Dia mulai mengejar mimpinya lagi. Apakah Erik termasuk salah satunya mimpinya? Apakah mereka akan bersatu nantinya?


-to be continued-



Friday, February 22, 2013

Happy Birthday Fiqa ♥

Happy Birthday Fiqa sayang... *tiup terompet*

Tepat hari ini tanggal 22 Februari 2012 Fiqa menginjak usia 6 tahun. Huhuhu... ga nyangka anak saya udah gede ya. Hihihi... Semoga kelak menjadi anak yang sholehah dan bertanggung jawab. Amin...

Biasanya saya ngerayain ulang tahunnya setiap 2 tahun sekali. Nah pas ulang tahun kali ini saya udah berencana ngerayain di luar atau paling ga di sekolah dengan teman-teman sekelasnya.

Di luar dugaan ternyata Fiqa menolak acara ulang tahunnya dirayain. Dia beralasan ga suka. Dia bilang takut klo pas acara game dia ga bisa. Kemudian dia pun bercerita tentang pengalaman perayaan ulang tahunnya yang ke-4. Waktu itu kami ngadain acaranya di salah satu restoran fast food. Saat itu memang dia ikutan game dan kemudian kalah. Akhirnya ngambek, nangis, ga mau lagi ikutan acara. Karena itulah dia jadi malas ngerayain ulang tahunnya rame-rame lagi. 

Saya pun beralih rencana, memberikan pilihan ke Fiqa untuk ngerayain ulang tahunnya di sekolah. Lagi-lagi dia menolak. Kali ini dengan alasan ga mau ngerayain ulang tahun dengan baju seragam sekolah. Herannya, ketika saya bilang nanti ganti baju, dia pun tetep ga mau. Huff...

Setelah itu saya pun iseng ngajakin Fiqa ngerayain ulang tahun di panti asuhan. Dia yang saat itu asik nonton kartun kesukaannya, kemudian excited bertanya, "Panti Asuhan itu apa bunda?". Dengan penjelasan sederhana dari saya, dia malah semakin tertarik. Kemudian terjadilah percakapan singkat kami seperti ini,

Fiqa : "Lalu nanti anak yatim piatunya kita kasih apa bunda?"
Saya : "Nanti kita bawa makanan buat mereka, pasti mereka suka"
Fiqa : "Oh iya iya aku mau bunda"

Kemudian dia beranjak dari tempat duduknya, berlari menuju lemari dan membukanya. Dia mengambil kaleng celengan dia yang selama ini dia simpan rapi di lemari ayahnya.

Fiqa : "Bunda, celenganku kan udah berat nih, pasti isinya banyak, aku mau kasih juga buat anak yatim piatu dong"
Saya : *makjleeeebbbb* *berkaca-kaca*

Celengan Fiqa
Saat itu adalah saat yang paling membahagiakan buat saya. Betapa tidak, ketika saya memberikan 2 opsi acara perayaan ulang tahunnya, dengan tegas dia menolak, dengan alasan yang ga jelas menurut saya. Justru dia begitu tertarik untuk merayakan ulang tahunnya dengan anak yatim piatu. Im really proud of you my cute girl! 

Semoga Allah SWT senantiasa melindungimu nak, amin! Ayah dan Bunda sayang Fiqa. ☺

Fiqa's birthday cake dengan tema film kartun kesukaan dia, The Adventure Time


NB : Gambar birthday cake diambil dari blog mbak Kiki selaku pembuat kue. Bisa diliat di http://dapurkiki.blogspot.com/

Monday, February 18, 2013

Ummi, Izinkan Aku Menangis...

Kamis lalu saya dapet kiriman paket dari seorang teman di Payakumbuh. Mas Ale namanya. Senior saya ketika saya kerja di Lampung. Dia sudah seperti kakak saya sendiri. Baik banget orangnya. Buku itu berjudul : Ummi, Izinkan Aku Menangis. Buku itu ditulis oleh Abu 'Uyainah Muhammad Yusuf as-Sahaby. Dari judulnya pun saya udah bisa menebak isinya mengenai apa. Hari itu juga sepulang dari kantor saya sempatkan membaca beberapa lembar halaman buku itu. Sebelum akhirnya tertidur.


Keesokan harinya saya ke kantor seperti biasa. Sepulang dari kantor anak saya Fiqa merengek minta beli coklat ke mall. Akhirnya kami pun meluncur menuju mall terdekat. Saya, suami, Fiqa, dan mama. Sebenernya mama malam itu berencana pergi ke Jakarta Utara untuk urusan kerjaan. Dan nginep sampai hari Minggu. Karena kebetulan papi lagi on the way, makanya saya ajak mama sembari menunggu papi dateng. 

Begitu sampai di mall saya pengen sekali makan steak, dan suami pun setuju. Mama yang biasanya ga suka daging eh ternyata tertarik juga untuk nyobain makan steak. Kami pun akhirnya ke tempat makan yang khusus menyediakan menu segala macam steak. Kami memesan 3 porsi sirloin steak. Saya senang sekali ketika melihat mama begitu lahap makan steak, bahkan pake nasi! Komentar mama setelah selesai makan, "Tak entekno wong panganan larang". (Aku habisin, kan makanan mahal). Hahaha... Alhamdulillah...

Sekitar pukul 21.30an kami pulang. Begitu sampai rumah saya melihat mobil papi sudah terparkir di teras. Saya kemudian masuk kamar dan rebahan sambil nonton tv. Dan kemudian tertidur. Lalu terbangun sekitar pukul 03.00 untuk sholat Isya dan Tahajud. Begitu keluar kamar entah kenapa saya merasa kehilangan mama, saya buka kamarnya, mama ga ada. Saya liat ke luar, mobil papi ga ada. Tas mama juga ga ada. Saya tau mama pasti lah sudah berangkat ke Jakarta Utara, tapi entah kenapa saat itu saya begitu kehilangan. Seperti ada rasa sesal ketika ga sempat melihat mama berangkat. Kenapa saya mesti tertidur. Kenapa saya ga mau nunggu sampai mama berangkat.

Rasa sesal itu tak berhenti begitu saja. Terasa sesak di dada. Bahkan dalam sholat akhirnya saya pun menangis. Semakin kencang, sampai membuat saya sesak nafas. Saat itu hanya bayangan masa kecil saya yang terlintas. Betapa mama begitu menyayangi saya. Melakukan apapun untuk membuat saya bahagia. Berkorban apapun demi saya. Dan tangis saya pun semakin menjadi.

Malam itu Allah seperti ingin menunjukkan pada saya, bahwa suatu saat nanti saya akan kehilangan mama. Kehilangan yang sesungguhnya. Yang tidak akan pernah bisa kembali lagi. Ya, saya sadar bahwa suatu hari nanti saya akan berpisah dengan mama. Itu pasti. Tapi saya tidak ingin merasa menyesal karena telah menyia-nyiakan mama. Saya ingin membahagiakan mama selagi saya hidup. 

Ampuni saya Ya Allah, ampuni saya untuk setiap air matanya yang telah terjatuh karena kedurhakaan saya. Izinkan saya membahagiakan mama...

Monday, February 11, 2013

Ke Bank Mandiri saja ^_^


Hayo siapa yang belum mengetahui tentang Bank Mandiri? Apa itu Bank Mandiri? Bank Mandiri berdiri sejak tanggal 2 Oktober 1998, merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa keuangan. Bank Mandiri adalah penggabungan dari 4 bank Pemerintah yaitu Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).

Bank Mandiri memiliki beberapa produk diantaranya :
  1. Mandiri Tabungan;
  2. Mandiri KTA;
  3. Mandiri KPR;
  4. Mandiri Tabungan Rencana;
  5. Mandiri Kartu Kredit.  
Mandiri Tabungan ini bisa kita miliki hanya dengan setoran awal sebesar Rp 500.000,-. Proses pembukaan rekening, penyetoran maupun penarikan dana dapat kita lakukan di seluruh cabang Bank Mandiri. Mudahnya bertransaksi dengan jumlah mesin ATM Bank Mandiri, ATM Bersama, ATM LINK, ATM Prima maupun ATM berlogo VISA di seluruh dunia. Atau bisa juga dilakukan dengan adanya fasilitas Mandiri SMS, Mandiri Internet dan Mandiri Call. Untuk informasi lebih lengkap silakan klik Mandiri Tabungan. Saya sendiri memiliki Mandiri Tabungan untuk keperluan transfer gaji dari kantor. Jadi transaksi keuangan saya selalu menggunakan Mandiri Tabungan :)


Untuk Mandiri Tabungan, ada beberapa layanan yang diberikan oleh Bank Mandiri, salah satunya ada Mandiri Tabungan Rencana. Bedanya dengan Mandiri Tabungan biasa adalah Mandiri Tabungan Rencana ini mewajibkan adanya setoran bulanan dengan ekstra perlindungan asuransi. Minimal setoran bulanannya adalah Rp. 100.000,- dengan jangka waktu yang fleksibel antara 1 tahun sampai dengan 20 tahun. Untuk informasi lebih lengkap silakan klik Mandiri Tabungan Rencana. Saya pribadi sudah beberapa kali mencoba produk Mandiri Tabungan Rencana ini :)



Mandiri KTA memiliki beberapa kelebihan yaitu tanpa agunan, cicilan ringan, limit kredit sampai dengan Rp. 200 juta, jangka waktu kredit disediakan dalam 5 pilihan, dan perlindungan Asuransi Jiwa. Ada beberapa ketentuan, biaya-biaya, persyaratan dokumen yang harus kita lengkapi dalam proses pengajuan Mandiri KTA. Untuk informasi lebih lengkap silakan klik Mandiri KTA. Nah, untuk produk Bank Mandiri yang satu ini, saya juga punya. Karena kebetulan gaji saya ditransfer melalui Bank Mandiri, maka proses mengajukan Mandiri KTA ini terbilang sangat mudah dan cepat. Cicilan bulanan juga dilakukan secara autodebet yang semakin memudahkan saya :)



Mandiri KPR adalah kredit kepemilikan rumah dari Bank Mandiri. Terdapat beberapa fitur yang dapat kita pilih sesuai kebutuhan. Diantaranya Mandiri KPR Duo, Mandiri KPR Take Over, Mandiri KPR Flexible, Mandiri KPR Top Up, dan Mandiri KPR Angsuran Berjenjang. Keuntungan yang bisa diperoleh dari program Mandiri KPR adalah suku bunga kompetitif, proses cepat dan mudah, uang muka ringan, jangka waktu yang fleksibel sampai 15 tahun, dan luasnya jangkauan kerjasama Bank Mandiri dengan lebih dari 350 developer di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap silakan klik Mandiri KPR.



Mandiri Kartu Kredit terdiri dari 2 jenis yaitu Mandiri Visa Card dan Mandiri Master Card. Fitur layanan ini juga bisa dengan mudah kita dapatkan, terutama bagi pegawai seperti saya yang memang sering kali mendapatkan promo pembukaan Mandiri Kartu Kredit. Untuk syarat dan ketentuan yang lebih terperinci silakan menghubungi mandiri call 14000 atau (021) 5299 7777.



Jadi, sudah jelas Bank Mandiri menyediakan berbagai fitur layanan yang kita butuhkan. Tidak perlu pikir panjang lagi, yuk, ke Bank Mandiri saja....!!! ^_^


Thursday, February 7, 2013

Horeeee....!!!

Aih aihh... akhirnya saya kembali nulis alias bikin postingan setelah terakhir postingan pada hari Kamis tanggal 31 Januari lalu. Mau tau kenapa saya off sampe seminggu? Ga lain ga bukan karena saya adalah salah satu korban pailitnya maskapai penerbangan Batavia Air. %$#()*&@)#^$....!!!!! << lagi misuh. 

Kebayang dong saya udah beli tiket promo Batavia Air untuk 4seats PP untuk tujuan Jakarta-Tanjung Pandan (Belitung). Rencana liburan bareng keluarga akhir bulan ini mendadak kandas dengan pailitnya si maskapai itu. Haissshh keselnya. Itulah kenapa saya akhirnya belum bisa konsentrasi nulis karena tiap hari mantengin timeline berita demi mengikuti perkembangan kasus itu. Siapa tau nasib lagi mujur trus rute saya bisa dialihin juga ke maskapai lain seperti para penumpang ex-Batavia yang rutenya ada di Mandala Air. How lucky they are. Semoga keberuntungan mereka nyiprat juga ke saya ya. Amin!

Nah, kemaren sore pas saya bersiap² untuk pulang kantor, tetiba saya di bbm sahabat saya Covalimawati. Dia bilang klo saya menang. Bingung dong menang apaan wong saya ga ngerasa ikut undian apalagi arisan. Wkwk. Ternyata yang dia maksud adalah Lomba Review #100BloggerNobarIMB. Dimana saya mengirimkan postingan saya yang berjudul 100 Blogger Nobar IMB (Part II) untuk mengikuti lomba tersebut. Ditambah lagi dia bilang klo saya juara 1. Heh?? seriusan kah?? Langsung deh saya ga jadi pulang, buru² ke ruangan lagi, nyalain kompi lagi, trus meluncur ke web blogdetik dan beneran nemu postingan ini >> http://blogdetik.com/2013/02/06/inilah-13-blogger-pemenang-lomba-review-100bloggernobarimb/. Benar saja, nama saya ada di urutan pemenang pertama. Horeeeee.....!!! Koprol dulu yuk ahhh.... Wkwkwk...

Pose saya kok ga oke ya? Wkwkwk
Alhamdulillah ya, ternyata Allah kasih rejeki lain disaat hati saya galau menunggu kepastian tiket Batavia Air saya yang semakin ga jelas kabarnya. Kebetulan sebelum saya matiin kompi, saya sempet chat sama senior saya di dunia blogging, siapa lagi klo bukan Mas Zachflazz, kami ngobrol tentang kegundahan hati saya, sampai pada akhir obrolan saya bilang klo saya udah lumayan lega, ga terlalu kepikiran lagi, dan berusaha ikhlas. Insya Allah nanti ada gantinya. Dalam hitungan menit terbukti Allah ganti itu semua. Sedih, gundah, kesel, stres seketika berganti dengan tawa dan ceria. Keren kan? Keren bangetttzz!! (pake 'z') :D

Intinya, marilah kita senantiasa bersyukur dengan segala nikmat yang sudah Allah kasih buat kita. Yang jumlahnya tentu ga akan terhitung oleh kita. Jangan sampai dengan sedikit musibah, sedikit cobaan, menjadikan kita sebagai manusia yang kufur nikmat. Oke? *smile*

Terakhir, terima kasih banyak buat penyelenggara program #BloggerNobarIMB yaitu : BLOGdetik, TRANS TV, Susu ZEE dan Transmania. I'll be waiting for the next event, for sure! *wink*