Monday, April 1, 2013

Jermanizer

Sejak pertama kali suka nonton pertandingan sepak bola di tv, saya langsung jatuh cinta sama tim negara Jerman. Why? karena ada Ballack disitu. Hahaha ya eyalah masa' ada Totti x_x

Ya ya saya adalah termasuk penggila bola sejak SMA. Hampir setiap malem begadang demi nonton bola. Dan saya selalu berlangganan tabloid bola 2x seminggu walaupun harus setengah mati nabung buat bayarnya. Kadang sih papa kasian terus diam-diam beliin tabloid bola buat saya. Oya, klo untuk klub saya dulu adalah Romanisti sejati. Seluruh kamar penuh dengan hiasan, poster, tempelan, sampe saya juga mengoleksi beberapa barang yang berbau klub favorit saya, AS. ROMA. 

Dulu sih masih kuat-kuat aja nonton bola sampe pagi. Bahkan sering ga tidur demi nonton bola. Di sekolah juga masih bisa mengikuti pelajaran tanpa tertidur di meja. Ga pernah merasa pusing karena kurang tidur. Paling jerawat aja yang sering bermunculan efek sering begadang. Tapi toh saya cuek. Yang penting ga ketinggalan nonton bola.

Pernah ada kejadian suatu ketika tv 14 inch satu-satunya di rumah rusak. Tau-tau mati tanpa ketauan sebabnya. Mungkin karena udah uzur. Sedangkan saat itu adalah minggu-minggu akhir menuju perebutan schdetto, saya bingung harus gimana caranya agar bisa tetep nonton. Ga mungkin saya numpang tetangga sebelah rumah karena liga italia selalu disiarkan tengah malam. Kemudian saya teringat nenek yang tinggal di kampung lain. Keesokan harinya saya langsung meluncur ke rumah nenek. Dan nginep! Papa bingung nyari kemana saya pergi. Saat itu saya memang ga sempat pamit ke papa karena papa masih di kantor. Jadilah saya titip pesan ke adek. Semalam di rumah nenek dan berhasil (tetap) mengikuti pertandingan liga italia. Esok harinya papa telpon dan menyuruh saya pulang. Papa bilang beliau mau mengajak saya beli tv baru. Papa bilang klo papa ga tega melihat saya "ngungsi" demi nonton bola. Hahaha.. Papa emang TOP!

Ya, saya memang sangat fanatik dengan bola saat itu. Kenapa saya bilang "saat itu", karena hal itu sudah berubah sekarang. Bukan karena saya berpindah hati ke klub yang lain tapi memang karena saya sudah berhenti nonton bola lagi. Tanya kenapa? karena sekarang saya benar-benar mikirin kesehatan. Klo dulu mah cuek. Boleh dibilang saya tergolong paranoid dengan hal yang menyangkut kesehatan. Makanan dan gaya hidup saya harus benar-benar saya jaga sedari sekarang. So saya pun merelakan untuk "putus" dengan bola. Kecuali untuk event-event besar seperti Piala Dunia atau Piala Eropa.





Thursday, March 21, 2013

Ini hobiku

Saya punya hobi menyanyi sejak kecil. Hobi ini menurun dari papa yang hobi menyanyi dan musik juga. Papa sejak jaman kuliah udah main band. Ahli mainin gitar. Bahkan dulu papa rambutnya gondrong saking "anak band" banget. Hahaha

Karena itu pula, sejak kecil saya sering disuruh-suruh menyanyi di rumah. Karaokean di rumah. Awalnya diajarin menyanyi lagu-lagu yang enteng seperti lagunya Desy Ratnasari dan Mayangsari. Lama-lama mulai disuruh menyanyi lagu yang susah seperti Nike Ardilla. Tiap hari harus selalu absen menyanyi, minimal 2 lagu. Setiap pulang sekolah Tape di rumah udah siap dipakai. Tinggal ngangkat mic aja. Pernah saya disuruh nyanyi lagunya Nike Ardilla beberapa hari berturut-turut sampe suara saya pun ikutan serak, jadi mirip dengan suara asli Nike Ardilla. Mantap kan? :D

Pernah ada kejadian sepulang sekolah saya nolak permintaan mama untuk nyanyi. Sampe-sampe dirayu mau dikasih duit 1000 untuk satu lagu. Terpaksa deh saya setuju, dan 2 lagu saya nyanyiin. Udah kayak ngamen aja kan? Lumayan buat jajan. Hihihi

Setelah berhasil menjadi penyanyi rumahan, mama dan papa pun ga tinggal diam. Beliau berdua sering juga meminta saya nyanyi klo ada acara 17 Agustusan di kampung. Kadang nyanyi di pesta pernikahan sodara. Puncak saya tampil dengan lingkup yang lebih luas yaitu ketika ada acara di sekolah. Rapat wali murid seluruh kelas di SMP. Kebayang dong sebanyak apa orangnya? Kebetulan guru yang megang seksi acara adalah temen papa. Nah,, jadilah saya mendadak diminta menjadi pengisi acara. Huh, nyebelin!

Saking takut dan ga pede-nya saya waktu itu, diam-diam saya kabur dari sekolah. Ngacir pulang ke rumah dengan alasan sakit perut. Padahal mah biar ga disuruh nyanyi di panggung. Tapi ternyata rencana saya gagal total. Pak Guru menjemput saya ke rumah, dan dengan halusnya meminta saya kembali ke sekolah buat nyanyi. Akhirnya dengan terpaksa saya pun mengikuti apa kata Pak Guru. Dan Alhamdulillah sukses walaupun dengan gaya datar (hanya melenggak lenggok kanan kiri) dan tangan gemetar. Beberapa pujian dari orangtua teman-teman saya pun sampe ke telinga saya. Uhuy! *idung mekar*

Hobi itu ternyata terbawa sampe sekarang ketika saya sudah masuk dunia kerja. Setiap kali ada acara saya selalu diminta untuk mengisi. Bahkan kadang saya diminta ikut lomba menyanyi melawan kantor lain. Seru! Yang ga kalah seru adalah setiap kali ikut lomba saya dapet kostum gratis. Enak kan? :D

Vocal Group kantor

Kalau kata orang "Writing is healing", saya mau menambahi "Writing and singing are healing". Lumayan bisa bikin plong hati. Selain ibadah tentunya ya. Karena toh sebagai manusia kita membutuhkan cara yang baik untuk melampiaskan rasa yang ga enak di dalam dada. Ya ga? :D

Walaupun saya bukan penyanyi profesional, tapi saya bahagia bisa menyanyi untuk papa mama. Saya yakin mereka bahagia ketika mendengar saya menyanyi. Asik! *wink*

Eeeeaaaa :D

So, what's ur hobby? :p

Monday, March 18, 2013

C.U.R.H.A.T

Hallo sahabat blogger semua,,,,

Ga terasa ternyata udah hampir 2 minggu ini saya off dari dunia blog ya. Ada yang kangen ga ya? Absen dong disini klo ada yang kangen. Hahaha... Maaf juga klo saya belum sempet blogwalking ya, maklum deh bulan ini volume pekerjaan lumayan menyita pikiran. Sampe bikin ga mood buat ngeblog. Ga mood buat ngapa²in deh. Selain ada hal lain juga yang menyita pikiran.

Beginilah rasanya klo kerja tanpa ada passion. Kerja hanya sebatas kerja dan menunaikan kewajiban saja. Ya mau bagaimana lagi, karena sampe saat ini saya belum menemukan dimana passion saya. Seperti mbak Trinity (penulis The Naked Traveler) yang sudah menemukan passion-nya yaitu menjadi Travel Writer. Yang saat ini sedang menjalani #TNTrtw alias The Naked Traveler Round The World, yaitu traveling selama 1 tahun. Tanpa sponsor! Walaupun harus berkorban sedemikian besar, tentu saja itu bukan menjadi masalah karena memang disitulah dia menemukan kebahagian.

Saya jenuh. Sungguh! Saya butuh semacam refreshing. Pengen sekali rasanya cuti untuk sekedar berleha-leha di rumah. Menjadi fulltime mom yang bisa mengantar anak ke sekolah setiap hari. Menjemputnya dan kemudian bercerita di dalam angkutan umum. Memasak dan membereskan rumah sambil menunggu suami pulang kerja. Ah, rasanya begitu menyenangkan. Saya bisa membayangkan betapa bahagianya anak saya ketika pulang sekolah mendapati saya yang pertama kali dilihatnya. Perasaan yang sama yang pernah saya rasakan dulu ketika masih sekolah. Setiap kali bel pulang berbunyi, saya hanya ingin sesegera mungkin berlari pulang, membuka pintu rumah dan melihat senyum mama. Itu saja.

Si Panda ikutan stres :D
Lalu kenapa ga cuti aja? Tinggal ambil cuti trus santai deh di rumah. Maunya sih begitu. Tapi kenyataannya tidak semudah itu. Menjadi pegawai kantoran yang jatah cutinya tidak seberapa juga merupakan problem bagi saya. Jatah cuti yang "tidak utuh". Mau ga mau saya harus me-menej nya sebaik mungkin klo ga mau gaji dipotong karena terpaksa harus ijin. Huhuhu... Menyebalkan!

Bukan berarti saya tidak bersyukur dengan keadaan, bukan! Sama sekali bukan! Sungguh saya bersyukur dengan segala yang saya miliki saat ini. Pekerjaan yang menghasilkan gaji yang cukup, suami yang sempurna, anak yang baik, orang tua dan saudara yang sehat wal'afiat. Semua itu adalah karunia yang tiada terkira.
 
Tapi toh saya hanya manusia biasa. Boleh dong curhat dikit? Hahaha... Abaikan deh ya... *nyeruput teh kotak*

Happy Monday ♥

Wednesday, March 6, 2013

KoBar ♥♥♥

Siapa yang ga suka ditraktir? hayo ngaku?!! Yang bilang ga suka pasti boong tuh. Manusiawi banget toh klo seneng ditraktir. Begitu pula dengan saya. Tapi tetep kok saya lebih suka nraktir. Wossaaahhh :D

Ketika saya dinas ke Makassar akhir tahun lalu, salah satu anggota tim kami berjanji mau menraktir. Karena katanya berkat kami, dia jadi ikutan masuk tim yang akhirnya bisa ikutan dinas ke luar kota, terlebih lagi dinas ke lain pulau. Kebetulan juga teman saya itu belum pernah naik pesawat. Jadi momen dinas itu menjadi sangat berarti bagi dia. Jadilah dia menumpahkan rasa syukurnya itu dengan menraktir kami. (Padahal karena kami palak rame-rame).

Malam itu begitu tiba di Makassar, Mas Mahar (orang yang janji nraktir) langsung mengajak kami ke restoran yang menyediakan Konro Bakar. Tau dong apa itu Konro Bakar? Makanan khas Makassar yang sudah sangat terkenal se-antero jagad raya, terpampang nyata, melayang di cakrawala, melintasi garis katulistiwa (pinjem istilahnya mba Syahrini). Tapi herannya, saya justru belum pernah mencoba sekali pun. Bukan karena ga doyan, tapi entah kenapa rasanya malas untuk mencoba walaupun di Jakarta juga banyak dijumpai jenis makanan itu. Tapi karena ini dalam rangka ditraktir, yang ga perlu bayar, jadi dengan terpaksa saya setuju saja dengan rencana Mas Mahar. Oke lah, mari kita makan KoBarrrr. Hihihi

Restoran itu bernama Konro Karebosi yang terletak di Jalan Gunung Lompobattang No. 41-43, Makassar. Ternyata ada juga cabangnya di Jakarta, tepatnya di Jalan Boulevard Raya Blok T.A.2 No. 38, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara. (ngintip alamatnya di gambar) :D


Ga susah untuk mencari lokasi restoran karena memang udah terkenal. Kita tinggal bilang aja ke sopir taksi minta diantar ke tempat makan Konro Bakar yang terkenal, dan si abang sopir taksi pun langsung tau. 

Begitu masuk ke dalam restoran, saya kaget karena ternyata restoran penuh sesak dengan pengunjung, bahkan sampe ada yang rela antri. Dalam hati saya mbatin, pasti oke nih restoran. Pengunjungnya aja sampe bejubel gini. Karena ga dapet tempat di lantai 1, pelayan menyuruh kami untuk naik keatas, tapi rupanya lantai 2 pun penuh. Akhirnya kami pun terpaksa berdiri sebentar sambil menunggu pengunjung lain selesai makan. Untung cuma sebentar, klo lama bisa-bisa saya mutung (bukan mutung kesarung lho ya!) dan minta pulang.

Begitu dapet tempat duduk, Mas Mahar memesan 4 porsi Konro Bakar lengkap dengan nasi putih. Sempet kepikiran pasti bakalan lama nunggu makanan dateng karena banyak banget pengunjung disitu. Ciyus! Tapi ternyata ga lho, sekitar 5-10 menit pesanan makanan kami dateng. Wuihh porsinya guedeeee cyin! *lap iler*

This is it, (gambar) Konro Bakar Karebosi yang super mantep!



Itulah kali pertama saya mencicipi makanan yang bernama Konro Bakar. Dan saya suka! Biarpun proses makan memakan nya lumayan repot (lha gimana ga repot wong makan gituan pake sendok garpu x_x ) dan bikin belepotan, tapi semua terbayar sudah setelah melihat piring saya kosong tinggal tulangnya saja.  

I'll see you soon, Kobar, Insya Allah bulan depan ya :*

Ayo siapa yang mau ikut? Ditraktir deh :P

Monday, March 4, 2013

Blogiveaway - my travelife


Hai hai... Apa kabar?? Me? unwell :( (ga nanya ya? yaudah biarin deh) Iseng-iseng blogwalking eh nemu begituan tuh diatas, dan langsung deh ikutan. Kebetulan saya kan termasuk yang sering bikin review. Apa aja di-review. Hobi suka ngomentarin orang kali ya. Hihihi... Ok deh langsung saja, dengan ini secara resmi saya ikut sertakan postingan saya dibawah ini untuk Blogiveaway Bersama Tomkuu. Doakan semoga saya berhasil ya. Hahaha... Bismillah... 
 

Ga nyadar ternyata mostly postingan review saya masuk kategori "traveling". Ya memang saya hobi traveling sih, jadi harap maklum dan jangan komplain ya. Hihihi...

Friday, March 1, 2013

Pelangi di Bedugul

Setahun yang lalu saya dengan 3 teman seruangan traveling ke Bali. Kenapa Bali? karena salah satu teman saya belum pernah ke Bali, jadi lah demi dia kita rela memilih Bali sebagai destinasi traveling singkat kala itu. Saya sebut singkat karena memang waktunya yang mepet. Berangkat Jumat malam sepulang dari kantor, lalu pulang minggu malamnya. Senin udah harus masuk kantor lagi. 

Sempet ada insiden ketika pesen tiket, nyari tiket yang promo ke Bali pas weekend kayaknya emang ga mungkin ya. Karena banyak kepala yang mau pergi, jadi agak ribet juga. Saya yang ditunjuk sebagai EO pun setengah mati nyari tiket promo, sampai akhirnya ketemu tiket Batavia Air dengan harga ter. Pulang pergi sekitar 1jt. 

Nah, ternyata ada kesalahan ketika proses pemesanan tiket online. Saya pesan tiket untuk berangkat 4 orang, tapi untuk pulangnya saya cuma pesen 1 orang, yaitu nama saya sendiri. Tersadar setelah proses pembayaran. Begitu saya coba pesen 3 tiket lagi untuk mereka, lha kok tiket promonya udah abis. Huwaaaaa.... Kontan saja 3 teman saya itu ngomel, ngamuk, curiga ga karuan. Mereka pikir saya sengaja pesen untuk diri sendiri. Terpaksa saya cari alternatif maskapai lain, dan apesnya harga termurah di maskapai penerbangan lain tetep lebih mahal dari pada tiket pulang yang saya beli di Batavia Air. Selisih sekitar 200rb. Apa boleh buat, tiket pulang harus tetep dibeli. Saya pun pasrah dengan omelan 3 temen saya yang lain. Ampun! Hahaha


Jadi dengan adanya insiden tiket, saya terpaksa harus pulang sendirian dengan Batavia Air sedangkan 3 teman saya menggunakan Citilink. Hikss

Selama di Bali, tempat yang paling berkesan yaitu ketika kita ke Bedugul. Ah seru banget karena waktu itu hujan, danau beratan-nya juga banjir. Saya berasa pengen nyebur dan berenang disitu. Hahaha... 


Kami sempat neduh di depan pintu masuk lokasi wisata sambil nunggu hujan reda, tapi setelah beberapa lama menunggu ternyata hujan tak kunjung reda sehingga kami putuskan untuk sewa payung yang banyak ditawarkan oleh penduduk lokal. Harga sewanya klo ga salah inget sih cuma 5rb. Kami menyewa 2 payung untuk dipakai berempat. Payungnya lucu, warna warni kayak rainbow cake yang lagi nge-trend sekarang. Hihihi...

Bedugul, Februari 2012

Saking excitednya karena cuaca mendung dan gerimis ditambah dengan rainbow umbrella yang lucu, saya jadi keranjingan berpose aneh di setiap sudut lokasi. Di bawah ini adalah salah satu foto saya yang kece punya! Sok imut kan, pake angkat satu kaki segala. Biarin lah! :D

Ada cerita menegangkan ketika saya berfoto disitu. Saya sempat mencoba foto pake gaya loncat berdua dengan mbak Windi teman saya. Begitu saya loncat dengan semangatnya, dari kejauhan terdengar suara nenek yang teriak, dia melarang kami untuk berfoto sambil loncat-loncatan disitu, katanya ga sopan. Omelannya terdengar panjang dan belum berhenti sampai akhirnya kami berempat kabur, ngacir menjauh dari lokasi itu karena nenek² tadi sepertinya berniat nyamperin kami. Hiiii....... Takuuuuuuuttttttt.......


Ada Pelangi di atas kepala saya :D

Pengalaman hujan²an paling seru yang pernah saya alamin. Hujan²an sambil diomelin nenek² ga dikenal. Bodo amat lah, yang penting saya punya foto imut itu sebagai kenang-kenangan. Yang tak terlupakan tentunya. 

Kangen kamu, Bedugul! *kiss*

Thursday, February 28, 2013

How Deep Is Your Love? [Cerita Fiksi] (Bagian II - Tamat)


Malam itu Anisa dan ibunya sibuk mencari pinjaman kebaya ke rumah salah satu saudaranya yang tinggal sekampung. Esok hari mereka harus berangkat ke Jakarta untuk acara wisuda Anisa. Ya, selama ini Anisa memang kuliah sambil bekerja. Membiayai kuliahnya sendiri dari uang hasil kerjanya. Betapa bangganya sang Ayah dengan Anisa yang sebentar lagi akan menjadi seorang Sarjana Manajemen. Sayangnya Anisa hanya bisa menghadiri acara wisudanya dengan ditemani ibu dan adik laki-lakinya, karena Ayahnya sedang sakit.

Dengan kondisi tubuh yang masih lemah karena baru saja menjalani operasi tumor, Anisa tetap semangat mengikuti wisuda sarjananya. Tentu saja karena dia akan segera bertemu dengan Erik yang sudah terlebih dulu berangkat ke Jakarta untuk mengikuti acara wisudanya. Kebetulan Erik mempunyai saudara di Jakarta sehingga dia menyempatkan diri untuk singgah.

Acara wisuda pun dimulai, Anisa dan ibunya tampil cantik dengan setelan kebaya warna merah terang. Erik datang menemani Anisa. Dengan setelan kemeja dan celana hitam, Erik terlihat begitu putih dan tampan. Tetapi ada yang aneh dengan sikapnya siang itu. Erik begitu dingin dan banyak diam. Anisa bisa merasakan ada perubahan dalam diri kekasihnya itu.

Luka bekas jahitan di perutnya terasa perih karena Anisa harus mengenakan kebaya yang ketat. Tapi rasa penasaran dengan sikap kekasihnya yang dingin, jauh lebih menyiksa. Harusnya hari itu menjadi saat yang sangat membahagiakan bagi Anisa, tapi sayangnya dia justru kehilangan momen itu. Dia berniat menanyakan kepada Erik tentang sikap dinginnya itu setelah mereka kembali ke Pontianak.

Setelah wisuda, Anisa dan Erik langsung kembali ke Pontianak untuk kembali bekerja di kantor. Erik tetap dengan sikap dinginnya. Hal itu sungguh menyiksa bagi Anisa terlebih dengan kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih. 

Sesampainya mereka di Pontianak, Erik kemudian bercerita bahwa dia mendapat tekanan dari keluarganya ketika di Jakarta. Rupanya saat itu ayah dan ibunya pun datang ke Jakarta. Mereka melakukan semacam "sidang" kepada Erik. Mencoba melakukan intervensi hubungannya dengan Anisa. 

Erik : "Kamu tau apa yang keluargaku lakukan?"
Anisa : "Apa?"
Erik : "Tapi janji ya kamu ga boleh nangis, kamu harus tetep kuat" (Erik sangat mengetahui bahwa kekasihnya itu sangat lemah dan mudah sekali down)
Anisa : "Selama ada kamu, insyaAllah aku kuat kok"
Erik : "Ayahku mencoba memisahkan kita dengan meminta kantor untuk memindahkanku ke Batam"

Batam - Pontianak tentu saja bukan jarak yang dekat. Anisa terdiam. Wajahnya seperti tanpa ekspresi. Yang jelas dia sangat terpukul dengan apa yang baru saja Erik ceritakan. Betapa hubungan mereka sudah sangat mengganggu keluarga Erik. Mungkin bagi keluarga Anisa juga, hanya saja reaksi keluarganya jauh lebih baik dibanding keluarga sang kekasih. Dia tidak pernah menyangka bahwa intervensi keluarga Erik akan sejauh ini. 

Dan benar saja, selang 5 hari sejak Erik bercerita, kantor mengumumkan adanya mutasi kantor. Erik benar-benar dipindahkan ke Batam. Di salah satu kantor cabang perusahaan yang ada disana. Sedangkan Anisa tetap di Pontianak. Seperti mimpi buruk bagi keduanya. Anisa merasa bahwa Tuhan kembali sedang menjauhkan mimpinya (lagi), yaitu Erik. Seperti dulu saat dia harus menunda mimpinya berkuliah dan baru bisa meraihnya beberapa waktu yang lalu. Mimpi yang tertunda. 

Dia mencoba berpikir positif bahwa Erik adalah mimpinya yang tertunda, dia yakin suatu hari nanti mereka akan kembali bersatu. Berat memang, tapi dia harus tetap menghadapinya. Erik juga sangat membantu menenangkan hati Anisa. Saling menenangkan tepatnya.

Seminggu sudah Anisa berpisah dengan Erik. Berpisah karena jarak, tapi hubungan mereka masih berjalan. Setiap akhir pekan Erik selalu menelpon Anisa. Mereka bercerita tentang apa saja yang mereka alami. 

Keyakinan untuk tetap bisa menjalani hubungan selalu Anisa pegang teguh. Beberapa teman lelaki mencoba mendekatinya tapi dengan halus dia tolak. Karena dia masih tetap setia menunggu Erik. 

Sampai pada suatu hari ketika hidayah itu datang, Anisa memutuskan untuk berjilbab. Menutup aurat yang merupakan kewajiban bagi seluruh wanita muslim. Dia bingung harus bagaimana. Apakah dia harus melaksanakan kewajibannya sebagai seorang wanita muslim dengan mengenakan jilbab? Atau masa bodoh dengan hidayah itu dan tetap bersama Erik? Pilihan yang pertama lah yang kemudian dia pilih. Tapi tetap dengan harapan Erik akan setuju dan terus melanjutkan hubungan.

Genap seminggu Anisa berubah penampilan dengan mengenakan jilbab. Seperti biasa setiap akhir pekan Erik menelpon. Anisa menggunakan kesempatan itu untuk menceritakan perubahan penampilannya.

Anisa : "Mas, aku sekarang pake jilbab"
Erik : "Serius kamu dek?" (dengan nada kaget)
Anisa : "Iya, udah seminggu ini aku pake"
Erik : "Jangan dulu lah, kamu tau kan klo kita akan semakin sulit bersatu dengan jilbabmu itu"
Anisa : "Iya aku tau, tapi aku sudah memutuskan untuk berjilbab dan ga akan melepasnya lagi" (dengan suara gemetar menahan tangis)
Erik : "Ya sudahlah terserah aja, putus aja lah kita!" 
Anisa : "Klo kamu memang ga bisa nerima aku, ya sudah gapapa kita putus" (sambil menangis)

tut tut tut tuuutttt... 

Anisa menganggap bahwa Erik hanya emosi mendengar keputusannya untuk berjilbab. Dia bahkan masih berharap hubungan mereka akan baik-baik saja. Tetap baik-baik saja. Erik akan kembali bersamanya.

Harapan itu tiba-tiba lenyap ketika dia membuka website perusahaan tempatnya bekerja, dan melihat foto Erik terpampang disitu. Fotonya yang putih dan tampan. Di deretan kolom "BERITA DUKA". 

Telah meninggal Ignatius Erik Suherman, Kamis 16 Mei 2004 di Rumah Sakit Cipta Husada, Batam pukul 16.00 WIB karena sakit tumor usus. 

Anisa mematung. Bulir airmata membasahi pipi dan jilbabnya. Erik tidak akan pernah kembali bersamanya. Erik hanyalah mimpi. Bukan mimpinya yang tertunda melainkan mimpi yang tidak akan pernah menjadi nyata dalam kehidupannya. Erik telah tiada.



-End-


Monday, February 25, 2013

How Deep Is Your Love? [Cerita Fiksi]


Anisa terpaksa harus merantau ke pulau seberang demi cita-citanya. Dia diterima bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi di kota Pontianak. Saat itu Anisa hanya berpikir bahwa dia ingin sekali bekerja demi membantu perekonomian keluarganya. Di perusahaan itu dia berkenalan dengan seorang pemuda. Kemudian mereka pun saling jatuh cinta. Pemuda itu bernama Erik. Erik adalah anak tunggal dari keluarga Nasrani. Sedangkan Anisa adalah seorang muslimah. Mereka akhirnya memutuskan untuk berpacaran. Sedari awal mereka sudah menyadari bahwa hubungan mereka tidak akan mungkin selamanya. Sehingga sejak awal hubungan, mereka sudah saling memberi pengertian bahwa suatu saat nanti, mereka harus putus. 

Selama ini mereka saling mendukung dalam menjalankan ibadah masing-masing. Setiap bulan Ramadhan Erik bahkan tidak jarang menemani Anisa untuk berpuasa. Berbuka puasa bersama. Bahkan bingkisan Lebaran jatah Erik dari kantor pun dia berikan untuk Anisa. Tidak beda jauh, Anisa juga sering mengingatkan Erik untuk pergi ke gereja. Membantu Erik berbelanja untuk keperluan Natal. Betapa bahagianya mereka menjalani kehidupan percintaan saat itu.

Hari berganti tidak terasa hubungan mereka sudah menginjak 1 tahun. Sejak saat itu lah mulai timbul masalah. Keluarga mereka mengetahui hubungan itu. Ayah Anisa dengan tegas melarang anaknya berpacaran dengan pemuda Nasrani. Begitu juga sebaliknya. Keluarga Erik juga tidak menyetujui hubungan mereka. Apalagi Erik merupakan anak tunggal yang nantinya akan meneruskan keturunan keluarganya. 

Perasaan yang semakin kuat terjalin diantara keduanya. Kata putus pun sulit terucap. Seakan mereka lupa komitmen awal hubungan, bahwa akan ada saat dimana mereka memang harus putus. Mereka tetap mencoba menjalani hubungan itu. Seperti ingin mencoba peruntungan mereka. Siapa tau akan ada jalan keluar terbaik untuk mereka. Tentu saja bukan "putus" yang mereka harapkan.

Rupanya keteguhan hati mereka membuat pihak kedua keluarga menjadi emosi. Ayah Erik mengirimkan kakak sepupu Erik untuk menemui Anisa. Untuk apa? Jelas untuk meminta agar mereka berpisah. Sang utusan berdalih jika Anisa ingin melihat kekasihnya bahagia, maka mereka harus berpisah. Karena ayah Erik berpesan, jika Erik tetap melanjutkan hubungan dengan Anisa, maka Erik tidak akan dianggap lagi menjadi anak. Dicoret dari daftar keluarga. Kejam. 

Tapi rupanya pesan dari sang ayah kekasihnya tidak serta merta membuat Anisa goyah. Tentu saja karena dukungan Erik. Bahwa dia akan tetap setia mendampingi Anisa. Apapun yang terjadi. 

Suatu ketika, Anisa jatuh sakit. Dia didiagnosa menderita tumor di perutnya. Yang akhirnya membuat Anisa harus dioperasi. Anisa memilih untuk menjalankan operasi di kampungnya. Di kota Banyuwangi. Agar bisa dekat dengan keluarganya. Anisa pun pulang. Dan tentu saja, Erik masih tetap setia mendampinginya. Bahkan menemaninya selama proses perawatan. 

Ayah Anisa yang begitu keras menjadi melunak ketika melihat pengorbanan Erik untuk Anisa. Walaupun dia tetap tidak menyetujui hubungan mereka, tapi akhirnya dia bisa bersikap baik terhadap Erik. Mungkin juga demi sang putri yang sedang terbaring sakit. Entahlah.

Kondisi Anisa berangsur-angsur pulih setelah menjalani operasi. Dia kemudian kembali ke Pontianak untuk kembali bekerja. Dia mulai mengejar mimpinya lagi. Apakah Erik termasuk salah satunya mimpinya? Apakah mereka akan bersatu nantinya?


-to be continued-



Friday, February 22, 2013

Happy Birthday Fiqa ♥

Happy Birthday Fiqa sayang... *tiup terompet*

Tepat hari ini tanggal 22 Februari 2012 Fiqa menginjak usia 6 tahun. Huhuhu... ga nyangka anak saya udah gede ya. Hihihi... Semoga kelak menjadi anak yang sholehah dan bertanggung jawab. Amin...

Biasanya saya ngerayain ulang tahunnya setiap 2 tahun sekali. Nah pas ulang tahun kali ini saya udah berencana ngerayain di luar atau paling ga di sekolah dengan teman-teman sekelasnya.

Di luar dugaan ternyata Fiqa menolak acara ulang tahunnya dirayain. Dia beralasan ga suka. Dia bilang takut klo pas acara game dia ga bisa. Kemudian dia pun bercerita tentang pengalaman perayaan ulang tahunnya yang ke-4. Waktu itu kami ngadain acaranya di salah satu restoran fast food. Saat itu memang dia ikutan game dan kemudian kalah. Akhirnya ngambek, nangis, ga mau lagi ikutan acara. Karena itulah dia jadi malas ngerayain ulang tahunnya rame-rame lagi. 

Saya pun beralih rencana, memberikan pilihan ke Fiqa untuk ngerayain ulang tahunnya di sekolah. Lagi-lagi dia menolak. Kali ini dengan alasan ga mau ngerayain ulang tahun dengan baju seragam sekolah. Herannya, ketika saya bilang nanti ganti baju, dia pun tetep ga mau. Huff...

Setelah itu saya pun iseng ngajakin Fiqa ngerayain ulang tahun di panti asuhan. Dia yang saat itu asik nonton kartun kesukaannya, kemudian excited bertanya, "Panti Asuhan itu apa bunda?". Dengan penjelasan sederhana dari saya, dia malah semakin tertarik. Kemudian terjadilah percakapan singkat kami seperti ini,

Fiqa : "Lalu nanti anak yatim piatunya kita kasih apa bunda?"
Saya : "Nanti kita bawa makanan buat mereka, pasti mereka suka"
Fiqa : "Oh iya iya aku mau bunda"

Kemudian dia beranjak dari tempat duduknya, berlari menuju lemari dan membukanya. Dia mengambil kaleng celengan dia yang selama ini dia simpan rapi di lemari ayahnya.

Fiqa : "Bunda, celenganku kan udah berat nih, pasti isinya banyak, aku mau kasih juga buat anak yatim piatu dong"
Saya : *makjleeeebbbb* *berkaca-kaca*

Celengan Fiqa
Saat itu adalah saat yang paling membahagiakan buat saya. Betapa tidak, ketika saya memberikan 2 opsi acara perayaan ulang tahunnya, dengan tegas dia menolak, dengan alasan yang ga jelas menurut saya. Justru dia begitu tertarik untuk merayakan ulang tahunnya dengan anak yatim piatu. Im really proud of you my cute girl! 

Semoga Allah SWT senantiasa melindungimu nak, amin! Ayah dan Bunda sayang Fiqa. ☺

Fiqa's birthday cake dengan tema film kartun kesukaan dia, The Adventure Time


NB : Gambar birthday cake diambil dari blog mbak Kiki selaku pembuat kue. Bisa diliat di http://dapurkiki.blogspot.com/

Monday, February 18, 2013

Ummi, Izinkan Aku Menangis...

Kamis lalu saya dapet kiriman paket dari seorang teman di Payakumbuh. Mas Ale namanya. Senior saya ketika saya kerja di Lampung. Dia sudah seperti kakak saya sendiri. Baik banget orangnya. Buku itu berjudul : Ummi, Izinkan Aku Menangis. Buku itu ditulis oleh Abu 'Uyainah Muhammad Yusuf as-Sahaby. Dari judulnya pun saya udah bisa menebak isinya mengenai apa. Hari itu juga sepulang dari kantor saya sempatkan membaca beberapa lembar halaman buku itu. Sebelum akhirnya tertidur.


Keesokan harinya saya ke kantor seperti biasa. Sepulang dari kantor anak saya Fiqa merengek minta beli coklat ke mall. Akhirnya kami pun meluncur menuju mall terdekat. Saya, suami, Fiqa, dan mama. Sebenernya mama malam itu berencana pergi ke Jakarta Utara untuk urusan kerjaan. Dan nginep sampai hari Minggu. Karena kebetulan papi lagi on the way, makanya saya ajak mama sembari menunggu papi dateng. 

Begitu sampai di mall saya pengen sekali makan steak, dan suami pun setuju. Mama yang biasanya ga suka daging eh ternyata tertarik juga untuk nyobain makan steak. Kami pun akhirnya ke tempat makan yang khusus menyediakan menu segala macam steak. Kami memesan 3 porsi sirloin steak. Saya senang sekali ketika melihat mama begitu lahap makan steak, bahkan pake nasi! Komentar mama setelah selesai makan, "Tak entekno wong panganan larang". (Aku habisin, kan makanan mahal). Hahaha... Alhamdulillah...

Sekitar pukul 21.30an kami pulang. Begitu sampai rumah saya melihat mobil papi sudah terparkir di teras. Saya kemudian masuk kamar dan rebahan sambil nonton tv. Dan kemudian tertidur. Lalu terbangun sekitar pukul 03.00 untuk sholat Isya dan Tahajud. Begitu keluar kamar entah kenapa saya merasa kehilangan mama, saya buka kamarnya, mama ga ada. Saya liat ke luar, mobil papi ga ada. Tas mama juga ga ada. Saya tau mama pasti lah sudah berangkat ke Jakarta Utara, tapi entah kenapa saat itu saya begitu kehilangan. Seperti ada rasa sesal ketika ga sempat melihat mama berangkat. Kenapa saya mesti tertidur. Kenapa saya ga mau nunggu sampai mama berangkat.

Rasa sesal itu tak berhenti begitu saja. Terasa sesak di dada. Bahkan dalam sholat akhirnya saya pun menangis. Semakin kencang, sampai membuat saya sesak nafas. Saat itu hanya bayangan masa kecil saya yang terlintas. Betapa mama begitu menyayangi saya. Melakukan apapun untuk membuat saya bahagia. Berkorban apapun demi saya. Dan tangis saya pun semakin menjadi.

Malam itu Allah seperti ingin menunjukkan pada saya, bahwa suatu saat nanti saya akan kehilangan mama. Kehilangan yang sesungguhnya. Yang tidak akan pernah bisa kembali lagi. Ya, saya sadar bahwa suatu hari nanti saya akan berpisah dengan mama. Itu pasti. Tapi saya tidak ingin merasa menyesal karena telah menyia-nyiakan mama. Saya ingin membahagiakan mama selagi saya hidup. 

Ampuni saya Ya Allah, ampuni saya untuk setiap air matanya yang telah terjatuh karena kedurhakaan saya. Izinkan saya membahagiakan mama...

Monday, February 11, 2013

Ke Bank Mandiri saja ^_^


Hayo siapa yang belum mengetahui tentang Bank Mandiri? Apa itu Bank Mandiri? Bank Mandiri berdiri sejak tanggal 2 Oktober 1998, merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa keuangan. Bank Mandiri adalah penggabungan dari 4 bank Pemerintah yaitu Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).

Bank Mandiri memiliki beberapa produk diantaranya :
  1. Mandiri Tabungan;
  2. Mandiri KTA;
  3. Mandiri KPR;
  4. Mandiri Tabungan Rencana;
  5. Mandiri Kartu Kredit.  
Mandiri Tabungan ini bisa kita miliki hanya dengan setoran awal sebesar Rp 500.000,-. Proses pembukaan rekening, penyetoran maupun penarikan dana dapat kita lakukan di seluruh cabang Bank Mandiri. Mudahnya bertransaksi dengan jumlah mesin ATM Bank Mandiri, ATM Bersama, ATM LINK, ATM Prima maupun ATM berlogo VISA di seluruh dunia. Atau bisa juga dilakukan dengan adanya fasilitas Mandiri SMS, Mandiri Internet dan Mandiri Call. Untuk informasi lebih lengkap silakan klik Mandiri Tabungan. Saya sendiri memiliki Mandiri Tabungan untuk keperluan transfer gaji dari kantor. Jadi transaksi keuangan saya selalu menggunakan Mandiri Tabungan :)


Untuk Mandiri Tabungan, ada beberapa layanan yang diberikan oleh Bank Mandiri, salah satunya ada Mandiri Tabungan Rencana. Bedanya dengan Mandiri Tabungan biasa adalah Mandiri Tabungan Rencana ini mewajibkan adanya setoran bulanan dengan ekstra perlindungan asuransi. Minimal setoran bulanannya adalah Rp. 100.000,- dengan jangka waktu yang fleksibel antara 1 tahun sampai dengan 20 tahun. Untuk informasi lebih lengkap silakan klik Mandiri Tabungan Rencana. Saya pribadi sudah beberapa kali mencoba produk Mandiri Tabungan Rencana ini :)



Mandiri KTA memiliki beberapa kelebihan yaitu tanpa agunan, cicilan ringan, limit kredit sampai dengan Rp. 200 juta, jangka waktu kredit disediakan dalam 5 pilihan, dan perlindungan Asuransi Jiwa. Ada beberapa ketentuan, biaya-biaya, persyaratan dokumen yang harus kita lengkapi dalam proses pengajuan Mandiri KTA. Untuk informasi lebih lengkap silakan klik Mandiri KTA. Nah, untuk produk Bank Mandiri yang satu ini, saya juga punya. Karena kebetulan gaji saya ditransfer melalui Bank Mandiri, maka proses mengajukan Mandiri KTA ini terbilang sangat mudah dan cepat. Cicilan bulanan juga dilakukan secara autodebet yang semakin memudahkan saya :)



Mandiri KPR adalah kredit kepemilikan rumah dari Bank Mandiri. Terdapat beberapa fitur yang dapat kita pilih sesuai kebutuhan. Diantaranya Mandiri KPR Duo, Mandiri KPR Take Over, Mandiri KPR Flexible, Mandiri KPR Top Up, dan Mandiri KPR Angsuran Berjenjang. Keuntungan yang bisa diperoleh dari program Mandiri KPR adalah suku bunga kompetitif, proses cepat dan mudah, uang muka ringan, jangka waktu yang fleksibel sampai 15 tahun, dan luasnya jangkauan kerjasama Bank Mandiri dengan lebih dari 350 developer di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap silakan klik Mandiri KPR.



Mandiri Kartu Kredit terdiri dari 2 jenis yaitu Mandiri Visa Card dan Mandiri Master Card. Fitur layanan ini juga bisa dengan mudah kita dapatkan, terutama bagi pegawai seperti saya yang memang sering kali mendapatkan promo pembukaan Mandiri Kartu Kredit. Untuk syarat dan ketentuan yang lebih terperinci silakan menghubungi mandiri call 14000 atau (021) 5299 7777.



Jadi, sudah jelas Bank Mandiri menyediakan berbagai fitur layanan yang kita butuhkan. Tidak perlu pikir panjang lagi, yuk, ke Bank Mandiri saja....!!! ^_^


Thursday, February 7, 2013

Horeeee....!!!

Aih aihh... akhirnya saya kembali nulis alias bikin postingan setelah terakhir postingan pada hari Kamis tanggal 31 Januari lalu. Mau tau kenapa saya off sampe seminggu? Ga lain ga bukan karena saya adalah salah satu korban pailitnya maskapai penerbangan Batavia Air. %$#()*&@)#^$....!!!!! << lagi misuh. 

Kebayang dong saya udah beli tiket promo Batavia Air untuk 4seats PP untuk tujuan Jakarta-Tanjung Pandan (Belitung). Rencana liburan bareng keluarga akhir bulan ini mendadak kandas dengan pailitnya si maskapai itu. Haissshh keselnya. Itulah kenapa saya akhirnya belum bisa konsentrasi nulis karena tiap hari mantengin timeline berita demi mengikuti perkembangan kasus itu. Siapa tau nasib lagi mujur trus rute saya bisa dialihin juga ke maskapai lain seperti para penumpang ex-Batavia yang rutenya ada di Mandala Air. How lucky they are. Semoga keberuntungan mereka nyiprat juga ke saya ya. Amin!

Nah, kemaren sore pas saya bersiap² untuk pulang kantor, tetiba saya di bbm sahabat saya Covalimawati. Dia bilang klo saya menang. Bingung dong menang apaan wong saya ga ngerasa ikut undian apalagi arisan. Wkwk. Ternyata yang dia maksud adalah Lomba Review #100BloggerNobarIMB. Dimana saya mengirimkan postingan saya yang berjudul 100 Blogger Nobar IMB (Part II) untuk mengikuti lomba tersebut. Ditambah lagi dia bilang klo saya juara 1. Heh?? seriusan kah?? Langsung deh saya ga jadi pulang, buru² ke ruangan lagi, nyalain kompi lagi, trus meluncur ke web blogdetik dan beneran nemu postingan ini >> http://blogdetik.com/2013/02/06/inilah-13-blogger-pemenang-lomba-review-100bloggernobarimb/. Benar saja, nama saya ada di urutan pemenang pertama. Horeeeee.....!!! Koprol dulu yuk ahhh.... Wkwkwk...

Pose saya kok ga oke ya? Wkwkwk
Alhamdulillah ya, ternyata Allah kasih rejeki lain disaat hati saya galau menunggu kepastian tiket Batavia Air saya yang semakin ga jelas kabarnya. Kebetulan sebelum saya matiin kompi, saya sempet chat sama senior saya di dunia blogging, siapa lagi klo bukan Mas Zachflazz, kami ngobrol tentang kegundahan hati saya, sampai pada akhir obrolan saya bilang klo saya udah lumayan lega, ga terlalu kepikiran lagi, dan berusaha ikhlas. Insya Allah nanti ada gantinya. Dalam hitungan menit terbukti Allah ganti itu semua. Sedih, gundah, kesel, stres seketika berganti dengan tawa dan ceria. Keren kan? Keren bangetttzz!! (pake 'z') :D

Intinya, marilah kita senantiasa bersyukur dengan segala nikmat yang sudah Allah kasih buat kita. Yang jumlahnya tentu ga akan terhitung oleh kita. Jangan sampai dengan sedikit musibah, sedikit cobaan, menjadikan kita sebagai manusia yang kufur nikmat. Oke? *smile*

Terakhir, terima kasih banyak buat penyelenggara program #BloggerNobarIMB yaitu : BLOGdetik, TRANS TV, Susu ZEE dan Transmania. I'll be waiting for the next event, for sure! *wink*

Thursday, January 31, 2013

Resensi Novel : 99 Cahaya di Langit Eropa

...............................................................................................................................
Ketika Fatma, Hanum dan Ayse sedang menghangatkan badan di sebuah cafe, mereka mendengar sekelompok turis yang fasih berbahasa inggris sedang bercakap-cakap.


"if you want to ridicule Muslims, this is how to do it!"

Aku mengintip turis itu memakan croissant dengan gaya rakus yang dibuat-buat dari balik tembok. Tak berhenti di sana, turis laki-laki itu meneruskan kalimatnya. Kali ini dia lebih berani berbicara keras. "Croissant itu bukan dari Prancis, guys, tapi dari Austria. Roti untuk merayakan kekalahan Turki di Wina. Kalau bendera Turki itu berbentuk hati, pasti roti croissant sekarang berbentuk 'love' bukan bulan sabit, dan tentu namanya bukan croissant, tetapi l'amour."

"Kurasa tamu di balik tembok ini sedang menjelek-jelekkan Islam. Mereka menyebut croissant melambangkan bendera Turki yang bisa dimakan. Kalau makan croissant artinya memakan Islam! Pokoknya menyebalkan!"


Sejenak Fatma terdiam mendengar bisikanku. Dia mengerutkan alisnya.
 "Aku punya rencana, Hanum!"


Kemudian Fatma meminta Hanum agar menghitung berapa jumlah dari kelompok turis itu, dan apa yang mereka makan. Setelah mengintip dengan berpura-pura pergi ke WC, Hanum mendapatkan hasilnya, jumlah mereka ada 3 orang, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka makan croissant dan 3 bir.

Fatma lalu memanggil pelayan perempuan, 
"Aku membayar untuk semua. Termasuk untuk meja di belakang kami, aku yakin tagihan mereka tak lebih dari 15 Euro. Kalau sisa, itu untuk tipmu. Kalau kurang, suruh mereka bayar kekurangannya saja. Oh ya, berikan pesan ini untuk mereka kalau kami sudah pergi," ujar Fatma sambil menyerahkan kertas.

3 tahun kemudian, ketika akhirnya Fatma bertemu kembali dengan Hanum, dia mengangsurkan sebuah print out email kucel. Email dalam bahasa Inggris.


Hi Fatma, nice to know you. Thanks for the treat in Kahlenberg cafe. We're really looking forward to treat you back someday. Hope to see you soon. It took me quite sometime to send out this email to you because I had no idea how to express my regret. Are you a Muslim? Thank God, I think we could be penfriends and I'll tell the world that my best penfriend is a Muslim?

Write me back.
Paul.

PS: I do hate croissants anyway, because... I love kebab most!

Hanum pun kembali teringat kalimat sakti Fatma, "Menjadi agen Islam yang baik". Terdengar sangat mulia.

========================================================================

Itulah sedikit penggalan cerita dari novel yang baru 2 hari yang lalu selesai saya baca. Novel berjudul "99 Cahaya di Langit Eropa" karya Hanum Salsabiela Rais dan suaminya Rangga Almahendra ini, tidak hanya menceritakan tentang perjalanan spiritual Hanum di Eropa, tetapi juga adalah novel sejarah Islam di Eropa, dengan gaya bertutur yang ringan karya ini membawa kita ke dalam lingkungan yang hidup dan riil. 

Novel ini merupakan hasil perjalanan mereka berdua selama 3 tahun hidup di Eropa. Perjalanan menjelajah benua ini adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua tersebut. Vienna, Paris, Madrid, Cordoba, Granada, dan Istanbul masuk ke dalam deretan destinasi perjalanan Hanum selama menjelajah Eropa.

Novel ini berhasil memaparkan bagaimana peradaban Islam di Eropa berkembang dengan sangat lama dan menyentuh berbagai bidang.

Perjalanan itu telah membuat Hanum terbuka matanya bahwa Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Dan juga telah mengantarkan sang penulis kepada pencarian makna dan tujuan hidup.



Judul Novel  : 99 Cahaya di Langit Eropa
Penulis         : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama
Harga           : 75.000,-


So, ayo buruan beli novel ini segera, baca sampai habis, dan rasakan sensasinya. Hehehe...

Wednesday, January 30, 2013

Kebagian Award juga

Yak yak,, akhirnya setelah melihat peredaran award ini yang udah wara wiri di dunia per-blogging-an, saya pun ikutan dapet juga. Dia lah Dee Widiani sang pemberi award yang memberikan award ini buat saya di postingannya INI.
Terima kasih banyak ya... *hug*



Horee... Selamat ya selamaaatt... (ngucapin ke diri sendiri). Katanya sih ini semacam award berantai yang harus di-forward ke 10 blogger lainnya. Tapi sebelumnya saya harus menjawab 10 pertanyaan sebagai berikut : 
  • Warna favorit saya : GREEN  
  • Hewan favorit saya : LEBAH (asal jangan sampe kena sengatnya aja) :D
  • Nomor favorit saya : 7 (tujuh) → itulah kenapa nama blog saya tujuh-bunga #gapenting 
  • Minuman favorit saya : AIR PUTIH dan SUSU 
  • Facebook dan Twitter : GA PUNYA DUA²NYA
  • Passion : ke Mekkah dan Madinah, Cordoba dan Granada, Hagia Sophia dan Blue Mosque (Turkey)
  • Dikasih atau ngasih hadiah : NGASIH supaya nantinya DIKASIH #ngarep #ben
  • Aktifitas tubuh favorit : Monyongin bibir (mecucu.com)
  • Hari favorit dalam seminggu : JUMAT, itulah kenapa ada istilah TGIF! :P
  • Bunga favorit : TULIP (karena asalnya dari TURKEY)
  •  
    Untuk menjaga keberlangsungan rantai makanan (apalah) award ini, maka akan saya teruskan award ini ke 10 sahabat blogger sebagai berikut :
    1. EYSurbakti
    2. Leni Fitria 
    3. Miz Tia 
    4. Si Ruslan 
    5. Khaerul Al-Azmi 
    6. Mbak Diniehz 
    7. Mas Zach  
    8. Masbli Kstiawan 
    9. Mas Reo Adam 
    10. Mas Asep Haryono 
    Cukup sekian dan terima kasih! Bye! 
     

Friday, January 25, 2013

Steak Lover

Ada yang suka steak juga kah? Saya salah satunya. Selain suka spageti, saya suka banget sama makanan yang satu ini. Beberapa kali nyicip di beberapa tempat yang berbeda, tapi baru dapet 1 tempat makan yang steaknya Juara! That is Steak Hotel by Holycow. Bisa liat website-nya disini. Saya sih suka banget sama Wagyu Sirloin disitu. Harganya 99rb. Dagingnya empuk plus ada pilihan saosnya juga lho, yaitu barbeque, blackpepper, dan mushroom. Katanya sih saos mushroom yang rasanya paling juara, tapi saya pribadi suka yang blackpepper. Setiap menu steak sudah mendapatkan 1 side dish (pilihan antara french fries, mashed potato atau baked potato) dan sayuran sebagai pelengkapnya. Nah klo untuk yang ini, saya selalu pilih mashed potato! Yummy :D

Mereka menamai lokasi outletnya dengan TKP, singkatan dari Tempat Karnivora Pesta. Jadi ada #TKPRadal, #TKPKemang, dan katanya sih bulan Desember kemaren akan ada TKP baru di daerah Sabang. Di Steak Hotel by Holycow ini banyak gratisan lho. Klo misal kita follow twitternya kita bisa dapet 1 kotak jus ukuran 250ml (klo persediaan masih ada). Selain itu kalo kamu mention twitter mereka (@holycow_radal) pas lagi makan di situ, kamu bisa dapet desserts gratis lho. Saya pribadi sih belum pernah coba. Karena baru tau juga sih. Hihihi...

Untuk minuman saya jatuh cinta sama blackcurrent tea-nya. Asem² seger gimana gitu. Dengan harga 15rb kita bisa dapet refillnya. Murah kan? :D 

Sekarang ini lagi ngiler bener pengen makan kesitu, tapi gila aja akhir bulan gini. *mewek*. Gajian kapan ya?? *ngintip kalender* 

Wagyu Sirloin with barbeque sauce n mashed potato

Wednesday, January 23, 2013

Oh Tetanggaku...


Alkisah, hiduplah sepasang suami istri muda bersama dengan seorang anak perempuan mereka yang masih balita di salah satu komplek perumahan kecil. Mereka hidup sederhana. Karena memang mereka berasal dari keluarga sederhana. Sebelum bisa membeli rumah di komplek tersebut, sepasang suami istri itu sempat mencicipi tinggal di rumah kos yang hanya sepetak. Pernah juga kontrak rumah. Lalu kemudian ada rejeki lebih dan mereka mampu membeli rumah sederhana di komplek. 

Sebelum akhirnya mereka menempati rumah baru itu, mereka sudah terlebih dahulu mempersiapkan rumah dengan sebaik²nya. Seperti memasang teralis dan juga kanopi. Agar nanti setelah menempati, tidak perlu repot lagi. Jadi lah mereka menabung sedikit demi sedikit sampai akhirnya mereka bisa memasang teralis n kanopi dengan sempurna. Alhamdulillah.

Pada suatu hari, tetangga rumah mereka yang tinggal di sebelah kanan berniat memasang kanopi. Ga ada berita apa², mereka hanya bisa melihat beberapa tukang yang berseliweran di depan rumah. Sampai pada akhirnya proses pemasangan kanopi selesai, barulah sang istri melihat ada keanehan. Sang istri melihat klo si tetangga memasang kanopinya dengan posisi lebih tinggi dari kanopi mereka. Dan selisih ketinggiannya disambungin sedemikian rupa sehingga air hujan yang jatuh ke kanopi si tetangga akan otomatis jatuh ke kanopi mereka.

Betapa sedih hati sang istri. Kemudian dia pun menceritakan hal itu ke suami. Tapi mereka tidak berbuat apa². Mungkin lebih tepatnya, tidak mau berbuat apa². Tapi tetap tidak bisa dipungkiri bahwa hati mereka sakit. Sedih. Kenapa mereka melakukan hal itu. Bukankah itu tidak benar? 

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan pun berganti tahun. Musim hujan tiba. Hujan deras dan disertai angin yang kencang. Akhir tahun yang seperti biasa disambut keluarga kecil itu dengan beberes rumah. Ngecat rumah. Tiba² terdengar suara berisik, kenceng, seperti ada benda yang terjatuh. Sang istri kaget. Dia pun segera berlari keluar, melihat situasi, dia mengira klo adiknya yang lagi ngecat di teras terjatuh dari tangga. Tapi ternyata apa? Dia melihat kanopi si tetangga itu terlepas. Mungkin terlepas dari besi penyangga nya, sampai menimbulkan bunyi berisik yang kenceng. Saat itu sang istri teringat, betapa dia sakit hati saat kanopi si tetangga terpasang. Sakit hati yang mungkin udah dia lupakan.

(cerita fiksi)


--Karma never forgets to do its job--